Mati Lampu Bisa Sebabkan Keracunan? Ini Penjelasannya

HEBOH kasus mati lampu Jakarta dan sebagian wilayah di Pulau Jawa masih dicari penyebabnya. Keluhan demi keluhan pun terus dilontarkan netizen di media sosial. Kebanyakan dari mereka merasa dirugikan dengan masalah Minggu siang hingga malam, 4 Agustus 2019 tersebut.

Sebagian lainnya mengambil hikmah dari kasus mati lampu ini. Beberapa menceritakan kalau akhirnya bisa duduk bareng dengan keluarga dan saling curhat dari hati ke hati. Momen yang sangat sulit di dapat ketika listrik nyala dan semuanya tersedia.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, menuturkan kalau matinya listrik berdampak pada kesehatan seseorang. Hal ini berkaitan dengan penyimpanan makanan di dalam kulkas yang tidak digubris banyak orang.

"Terus terang, kondisi mati lampu ini akan membawa dampak buruk buat kesehatan," tegasnya pada Okezone melalui pesan singkat, Selasa (6/8/2019).

Hal utama yang harus diantisipasi dengan lamanya pemadaman listrik ini adalah penyimpanan daging atau makanan lain di dalam freezer atau kulkas.

Kita tahu pada beberapa makanan dijaga kualitasnya di dalam freezer dan ada makanan yang disimpan dalam kulkas bersuhu 2-4 derajat celcius. Hal ini bisa terjadi pada kulkas rumah tangga atau rumah makan yang memang tidak menyiapkan genset.

"Oleh karena itu, saya mengingatkan untuk makanan atau minuman dapat rusak jika tidak terjaga dalam suhu yang diharapkan. Makanan yang berada dalam suhu kamar lebih cepat terkontaminasi dan rusak dan masalahnya kadang kala di awal rusaknya belum ada perubahan bau atau warna," paparnya.

Dokter Ari melanjutkan, tujuan dari menjaga makanan dalam suhu nol derajat atau lebih rendah adalah dalam rangka makanan tersebut tidak terkontaminasi dengan bakteri. Kita tahu pada suhu nol derajat sampai -20 derajat celcius pertumbuhan bakteri terhenti.

Dengan perubahan suhu karena padamnya listrik alias mati lampu ini, maka bakteri akan tumbuh subur dan membuat kondisi daging menjadi rusak. Sayur dan buah-buahan juga akan layu dan membusuk. Jadi jelas, perubahan suhu kulkas ini akan menyebabkan rusaknya makanan.

Kondisi listrik mati yang lama di beberapa tempat sampai 8 jam akan mengganggu penyimpanan khususnya untuk rumah atau rumah makan yang tidak punya genset.

"Dengan begitu, saya menganjurkan untuk berhati-hati dan melakukan evakuasi pada makanan dan minuman yang sudah di dalam kulkas yang padam saat akan dihidupkan kembali," ungkap dr Ari.

Perlu Anda ketahui, beberapa kuman yang bisa mencemari makanan yang suhunya berubah drastis antara lain E coli, S thyposa, Clostridium, beberapa jamur dan parasit.

Sekali lagi, kulkas dengan suhu dingin bertujuan agar makanan dan minuman terjaga kualitasnya. Namun, ketika suhu tidak bisa dipertahankan karena listrik mati, maka kualiatas makanan dan minum sulit dipertahankan.

"Bahayanya, ketika kita tahu kalau makanan itu terkontaminasi bakteri jahat dan tetap dikonsumsi karena ketidaktahuan, akan menyebabkan keracunan makanan bagi yang mengonsumsi," dr Ari memperingatkan.

Gejala utama dari keracunan tersebut berupa muntah-muntah dan diare. Selain itu juga pasien bisa mengalami demam. Dokter Ari berpesan, mudah-mudahan kondisi ini bisa menjadi perhatian kita semua dan listrik mati tidak terjadi lagi di masa datang.

BERITA REKOMENDASI