Melukis dan Menggambar Membantu Daya Ingat

JAKARTA, KRJOGJA com – Menggambar, mewarnai, dan melukis secara manual di atas kertas dipercaya mengurangi kecemasan dan membantu daya ingat.

Kegiatan menggambar dan melukism enjadi kegiatan yang banyak dilakukan orang di masa pandemi. Dan, banyak orang yang ingin melihat tutorial cara menggambar dan mewarnai melalui video tutorial Faber-Castell di internet.

Digital Marketing Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Martin Sori Tjukrono ,di Jakarta, Sabtu (15/8 2020) menjelaskan kegiatan ini pun banyak dipilih oleh anak-anak dan para orang tua untuk mengisi waktu, terutama di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Menurut Martin, pandemi covid-19 dengan segala tantangannya, telah mengubah gaya hidup dan kebiasaan masyarakat di seluruh dunia.

Pandemi itu berimbas dengqn diberhentikannya sejumlah kegiatan. Di antaranya  dengan belum diperbolehkannya kegiatan tatap muka di sekolah, serta kondisi yang dihadapi oleh para orang tua dan lansia. Di mana harus menyendiri karena menghindari kunjungan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Dalam kondisi tersebut banyak di antara kita yang mencoba meredakan ketidakpastian tersebut melalui  beragam kegiatan positif, salah satunya adalah menggambar dan melukis,” kata Martin

Contohnya, selama periode Mei hingga Agustus ini Faber-Castell Indonesia, melalui Youtube Faber-Castell Creative Kids mencatat memiliki penonton hingga 302,600 dengan peningkatan jumlah pengguna 851 orang dan dengan total jam menonton mencapai 4.500 jam.

Selain itu, materi pembelajaran kreatif yang berada di laman www.Faber-Castell.Co.id. juga telah di unduh sebanyak 7.100 kali hingga saat ini. Sementara secara global, Faber-Castell Global mencatat peningkatan akses hingga 300 persen atas video tutorial dan materi pembelajaran lainnya.

Melihat antusias masyarakat untuk menggambar dan melulis itu, Martin mengatakan Faber-Castell terus menghadirkan program-program workshop kreatif secara virtual, dengan beragam materi serta melibatkan pemateri baik nasional maupun mancanegara yang diperuntukan untuk pribadi atau kelompok/sekolah.

Sementara itu, praktisi Art Therapy Adi Chandra, M.Psi., Psikolog.,CGI menilai tren yang di alami oleh Faber-Castell sangatlah wajar, hal itu sesuai dengan nilai yang memang ada di setiap insan manusia. Di mana pada dasarnya manusia diciptakan untuk menciptakan sesuatu atau berkarya sesuai kapasitasnya masing-masing atau “created to create”.

Adi menambahkan, proses eksplorasi perasaan dan pikiran, reality testing, penyelesaian konflik emosional, dan pengembangan kemampuan sosial, mengurangi kecemasan serta meningkatkan self esteem hanya bisa didapatkan melalui kegiatan berkesenian.

Karena pandemi virus korona (covid-19) dengan segala tantangannya telah mengubah gaya hidup dan kebiasaan masyarakat di seluruh dunia. Sejumlah kegiatan yang bersifat daring menjadi salah satu aktivitas yang mengalami banyak peningkatan selama pandemi. (Ati)

BERITA REKOMENDASI