Mengenal Gas Helium, Lebih Berbahaya dari Ganja dan Ekstasi

KEMATIAN adik kandung Emil Dardak, Eril Aristianto Dardak, di kamar kosnya, Bandung, menggemparkan publik. Dia diduga mengakhiri hidupnya dengan Gas Helium.

Kapolrestabes Bandung pun menemukan barang bukti seperti tabung gas Helium, Freon, dan tayangan mengenai regulator oksigen pada televisi yang masih menyala, saat mayat Eril ditemukan. Pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa Eril meninggal dunia dalam kondisi sedang melakukan eksperimen tertentu.

Berdasarkan temuan, mayat adik ipar Arumi Bachsin tabung tersebut menyambung dengan selang yang terhubung ke plastik berwarna putih. Plastik itu pun nampak menutupi sebagian kepala hingga di atas mulut Eril.

Padahal, gas helium juga digunakan sebagai saran "lucu-lucuan". Banyak yang sengaja menghirup gas helium, sehingga suaranya mirip dengan Chipmunk. Nah, Okezone pun mencari tahu apakah gas Helium benar-benar mematikan?

Sebuah fakta yang dikeluarkan ONS pada 2010 menjelaskan bahwa ada lebih banyak kematian yang disebabkan oleh Helium dibandingkan kematian karena ganja, ekstasi, mephedrone, dan GHB yang disatukan.

Helium itu sendiri merupakan gas inert yang dapat membunuh seseorang, karena gas ini menghilangkan oksigen di dalam tubuh. Bahkan, dilansir dari Forbes, ada tren baru di mana menghirup Helium dijadikan cara untuk bunuh diri sejak 2008 di Amerika Serikat.

Lebih lanjut, ditulis dalam BBC, Anda bisa bunuh diri dengan gas Helium jika Anda menghirupnya selama 10 menit. Hal ini berakitan dengan kerusakan otak yang ditimbulkan gas tersebut.

Dr Anna-Maria Rollin dari Royal College of Anesthetists menegaskan bahwa menghirup gas helium dalam jumlah yang banyak dan dengan durasi yang panjang akan mengurangi oksigen dalam darah. Ini juga yang kemudian membuat seseorang bisa meninggal dunia saat itu juga.

Tidak hanya itu jika gas Helium digunakan dengan sering sekali pun kadarnya normal, ini bisa mengurangi Vitamin B12 dalam tubuh dan membuat Anda anemia.

Gas ini, sambung dr Anna-Maria, bisa menekan pembentukan sel darah putih dan membuat seseorang jadi mudah pingsan. So, sangat berbahaya bukan? (*)

BERITA REKOMENDASI