Menkes Ajak Masyarakat Gunakan Obat Tradisional

MENTERI KESEHATAN (Menkes) Indonesia Nila Moeloek mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi obat tradisional. Tidak terbatas pada jamu saja, namun juga untuk pengobatan penyakit lain. Seperti hipertensi, nyeri persendian hingga gangguan fungsi hati.

Hal itu diungkapkan Menkes saat membuka Simposium Pengembangan Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional yang berlangsung di Hotel Sheraton, Selasa (20/8/2019). Acara tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan Academic, Business, Government and Community (ABGC) atau akademisi, pengusaha, pemerintah dan komunitas. Tidak ketinggalan, Menkes juga berkesempatan minum jamu tradisional.

Menkes menjelaskan, Di Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmankes) juga sudah melakukan penelitian dari sejumlah tanaman obat dan terbukti secara ilmiah mampu menyembuhkan penyakit. Selain hipertensi, nyeri persendian hingga gangguan fungsi hati. Juga ada wasir atau ambeien, maag, hingga penurunan kadar gula darah, kolesterol tinggi hingga untuk penurunan berat badan.

"Dalam upaya pengembangan industri dan obat tradisional itu memerlukan komitmen. Mulai dari pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi. Tentu saja dari semua pemangku kepentingan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. Pengembangan obat tradisional membutuhkan kerjasama banyak pihak," ujarnya.

Lebih lanjut Menkes mengungkapkan, esuai dengan Inpres 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Permenkes 17/2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, maka peluang Indonesia untuk mengembangkan industri obat tradisional ini semakin besar. Apalagi Indonesia juga saat ini dijadikan rujukan negara Islam dalam gal pengobatan tradisional. Termasuk dianataranya mengenai vaksin.

"Untuk itu kita harus mempromosikan lagi. Melalui obat-obat tradisional ataupun yang berasal dari tanaman asli Indonesia, merupakan suatu peluang peluang yang besar. Ini juga sesuai dengan harapan presiden terkait ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Dan itu dimulai dari kesehatan," ungkapnya.(Awh)

BERITA REKOMENDASI