Meski Banyak Tantangan Penelitian Stemcell Berkembang Pesat

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Penelitian di dunia untuk mengembangkan dan menggunakan terapi berbasis stemcell atau sel punca semakin pesat, khususnya selama pandemi Covid 19. Menurut pakar stemcell sekaligus Direktur PT Tristem Medika Indonesia, Indra Bachtiar MSc PhD, kemampuan sel punca yang dilaporkan sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi diharapkan bisa untuk mengatasi badai sitokin.

Selain itu, sel punca ini juga diharapkan dapat memperbaiki kondisi lingkungan mikro jaringan paru, memperbaiki organ-organ lain yang mengalami kerusakan. “Dari penelitian yang telah dilakukan, pasien pneumonia Covid-19 yang diterapi sel punca, lebih mampu bertahan hidup, dan bisa mempercepat pemulihan perawatan pasien ICU dibandingkan dengan pasien tanpa terapi sel punca,” terang Indra dalam siaran pers, Jumat (26/11/2021).

Dijelaskan Indra, meskipun penelitian sel punca ini berkembang pesat, banyak tantangan yang perlu dieksplorasi untuk mempercepat kemajuan terapi sel punca ini, seperti proses manufacturing. Sebelum pemberian sel punca ke subjek manusia, pertimbangan yang paling penting adalah proses pembuatan yang sesuai dengan CPOB (cara pembuatan obat yang benar). “Produk sel yang diproduksi harus mempunyai kualitas yang tinggi dan bebas dari kontaminasi,” katanya.

BERITA REKOMENDASI