Minum Milkshake Beresiko Serangan Jantung?

MINUMAN yang mengandung susu banyak digemari orang dari berbagai kalangan. Salah satu yang menjadi favorit adalah milkshake. Rasanya yang manis dan memiliki aneka topping menjadi daya tarik tersendiri. Namun siapa sangka minuman tersebut membawa dampak berbahaya.

Tahukah Anda jika milkshake bisa menyebabkan serangan jantung bahkan bila hanya diminum segelas saja? Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian baru. Dalam penelitian tersebut dikatakan jika hanya dalam waktu empat jam setelah meminum milkshake pembuluh darah kurang mampu untuk beristirahat. Alasannya karena minuman tersebut mengandung 1.000 kalori dan 80g lemak.

Pembuluh darah yang kaku meningkatkan risiko tekanan darah tinggi sehingga orang lebih mungkin mengalami serangan jantung. Konsumsi susu berlebih juga meningkatkan kadar lemak dan kolesterol darah. Sementara ini kondisi tersebut dianggap dapat mengubah struktur sel yang terkait dengan serangan jantung. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Laboratory Investigation.

Para peneliti dari Medical College of Georgia percaya hasil temuan mereka dapat menjelaskan alasan di balik sejumlah orang mati mendadak beberapa jam setelah mengonsumsi makanan berlemak. "Kami berharap semoga hasil penelitian ini bisa menjadi layanan publik untuk membuat orang berpikir dua kali sebelum mengonsumsi makanan berlemak," ungkap penulis studi, Dr Neal Weintraub seperti yang dikutip dari Daily Mail, Senin (2/4/2018).

Hasil penelitian didapatkan setelah 10 pria sehat dianalisis berdasarkan konsumsi lemaknya. Setengah dari peserta penelitian meminum milkshake sementara sisanya memakan tiga mangkuk besar sereal berlapis gula dengan susu tanpa lemak. Jumlah kalori keduanya sama hanya saja ada perbedaan dalam takaran lemak.

Setelah makanan dicerna kira-kira selama empat jam, kesepuluh peserta penelitian diambil sampel darahnya. Hasilnya mereka yang meminum milkshake sel darah putihnya menghasilkan enzim yang dikenal sebagai myeloperoxidase (MPO). MPO dikaitkan dengan pembuluh darah yang menegang, stres internal, dan serangan jantung. Padahal sel darah putih sangat penting untuk kekebalan tubuh.

"Tingkat myeloperoxidase dalam darah secara langsung terlibat dalam serangan jantung. Sel-sel darah putih tertentu juga menjadi lebih besar setelah mengonsumsi milkshake yang mengandung lemak. Lemak tersimpan dalam plak arteri yang memainkan peran dalam tekanan darah tinggi," jelas Dr Neal. Selain itu, sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh juga mengalami perubahan setelah minum milkshake.

Sel darah merah akan berubah ukuran menjadi lebih kecil. Walau begitu belum jelas apakah perubahan tersebut memengaruhi kesehatan. Sebagaimana diketahui, sel darah merah membawa zat yang memengaruhi relaksasi pembuluh darah dan kadar kolesterol. Sementara itu, American Heart Association merekomendasikan orang dewasa membatasi asupan lemak mereka 20%-35% dari kalori harian mereka. (*)

BERITA REKOMENDASI