Mulai Sekarang, Ayo Rajin Cek Kesehatan

DATANG ke dokter untuk berobat tentu tidak ingin sering kita lakukan, apalagi jika terkait masalah jantung. Jantung yang mendukung kita untuk panjang umur harus senantiasa dijaga dengan menjalankan hidup sehat dan cek kesehatan. 

Disampaikan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) Kementerian Kesehatan RI, dr Lily S Sulistyowati, salah satu upaya pencegahan atau preventif untuk mencegah masalah jantung yang paling ampuh adalah melakukan pengecekan kesehatan atau skrining. "Salah satu upaya promotif dan preventif yang penting, untuk menghindari kita sering berobat ke dokter, adalah mengajak masyarakat cek kesehatan," imbaunya saat menyampaikan sambutan di acara kampanye Hari Jantung Sedunia, di bilangan Senayan, Jakarta, Minggu (25/9/2016). 

Menurutnya, cek kesehatan yang perlu dilakukan secara berkala untuk memantau kesehatan ini bukan selalu dengan pemeriksaan lengkap yang mahal. Tapi cukup pemeriksaan dasar kesehatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri atau di fasilitas layanan kesehatan seperti Posbindu atau Puskesmas. 

"Yang perlu rutin di skrining cukup tekanan darah (hipertensi), karena hipertensi nggak bisa kita lihat dari penampilan luar saja. Kemudian timbang berat badan dan lingkar pinggang," lanjutnya. 

Dia menambahkan bahwa lingkar pinggang bisa dijadikan ukuran untuk mengetahui risiko obesitas, jantung koroner, diabetes, dan kondisi lainnya. Perempuan tidak boleh lebih dari 80 cm dan laki-laki tidak boleh lebih dari 90 cm. "Kalau kita mulai merasa perut lebih besar, jangan buru-buru beli baju baru, tapi pikirkan bagaimana kita bisa kecilkan ukuran perut atau turunkan berat badan," pesan dr Lily.

Selain cek kesehatan, sekira 80 persen penyakit kardiovaskuler dapat dicegah jika empat faktor risiko utamanya (merokok, mengonsumsi makanan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi berlebihan minuman beralkohol) dapat dikendalikan. (*)

 

BERITA REKOMENDASI