Musim Hujan, Waspadai Leptospirosis

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Kesehatan Nila F Moelok mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit leptospirosis di musim hujan dan banjir. Sebelumnya BMKG memprediksi hujan dengan intensitas tinggi akan berlangsung hingga Maret 2018 mendatang. 

Menurut Menkes penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Jenis hewan yang biasanya menjadi pembawa leptospirosis adalah anjing, tikus, sapi, dan babi.

"Kalau lingkungan banjir, ada tikus di rumah yang juga ikut ngungsi saat banjir. Tikus ini kencingnya mengandung leptospirosis. Selain itu 40 persen penyakit disebabkan lingkungan tak sehat ,peran Kementerian Kesehatan ada di hilir dan hanya 20-30 persen," kata Nila.

Menkes menjelaskan perilaku masyarakat juga memegang peran penting dalam menimbulkan penyakit. Cara mencegah penyakit di musim banjir adalah dengan mengungsikan warga. Namun, kebersihan tempat pengungsian juga harus dijaga. 
Kendati belum ada laporan resmi mengenai penyebaran penyakit di musim hujan, Nila tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga lingkungan. "Banjir pasti (menimbulkan penyakit). Kalau lingkungannya kotor pasti ada penyakit, seperti diare, leptospirosis, ispa, demam, panas, dan flu yang gak beres-beres. Makan kurang, tidur kurang, jadi gangguan paru paru bisa brongkitis, akhirnya kena pneumonia yang berat," ujar Nila.

Nila menambahkan dua per tiga penyakit infeksi emerging bersumber dari hewan liar dan hewan peliharaan. Berbagai penelitian pun telah menunjukkan manfaat memelihara hewan bagi kesehatan.

"Para pemilik hewan peliharaan untuk mewaspadai risiko penularan penyakit bersumber hewan atau zoonosis. Boleh pelihara anjing, tapi harus dijaga jangan sampai kutuan, karena bisa menularkan penyakit," ujar Menkes. (Ati)

BERITA REKOMENDASI