Neuroaesthetic Beri Efek Positif pada Aneka Penyakit Saraf

JAKARTA, KRJOGJA.com – Neuroaesthetic, adalah perpaduan ilmu seni (art) dengan cognitive neuroscience. Ilmu ini dikembangkan oleh Profesor Zemir Zeki pada tahun 2012.  Beberapa laporan akademik menunjukkan bahwa terjadi efek perbaikan pada aneka penyakit saraf seperti parkinson, dementia Alzhemer, depresi, post traumatic syndrome, perbaikan quality of life pada pasien cancer dan perbaikan dalam perilaku (neurobehaviour) anak autis.

Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertema ‘Penyebarluasan Informasi Neuroaesthetic, Seni untuk Terapi Penyakit Saraf’. Kegiatan tersebut diinisiasi Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS, Apt. Annisa Farida Muti, MSc dan Apt. Imam Prabowo  MSc,  dari FK UPN Veteran Jakarta. Acara yang berlangsung 14 September 2021 tersebut diikuti 93 peserta dari mahasiswa dan Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha.

Menurut dr Arman, neuroaesthetic merupakan ilmu yang memelajari bagaimana otak manusia berespon terhadap seni. Menimbulkan rasa senang (pleasure) melalui aktivitas kimiawi kompleks di dalam otak yang melibatkan neurotrabsmitter dopamin dan serotonin dan berujung  aplikatif untuk terapi. 

Beberapa laporan pada jurnal terindex scopus menunjukkan terapi menggunakan seni yang dibuktikan dengan EEG (electroencephalografi), PET scan (Possitron Emission Tomography), Magnetoencephalography, dan pengujuran kadar kortisol ludah dan darah subjek, ternyata berefek positif pada penyakit seperti yang ada di atas. 

“Di Indonesia belum ada yang mengkaji neuroaesthetic, padahal neuroaesthetic sudah digunakan di luar negeri untuk meningkatkan respon otak masyarakat dalam memilih bentuk produk handphone dan aneka produk industri, serta digunakan dalam  mempengaruhi otak pembaca dalam aneka propaganda,” kata dr Arman. (*)

BERITA REKOMENDASI