Panas Dalam Saat Puasa? Ini Solusinya!

MESKI tengah berpuasa, seseorang dapat saja mengalami panas dalam yang mengganggu tenggorok. Tentu rasanya akan tidak nyaman dan bikin puasa jadi tidak semangat.

Karena itu, setiap orang disarankan untuk menjauhi pemicunya yang wajib dilakukan setiap hari. Kalau pun sudah terlanjur panas dalam, ada metode pengobatan tertentu yang mudah dipraktikkan.

Panas dalam terjadi karena kondisi tubuh seseorang menurun, akibat paparan cuaca panas atau cuaca yang terlalu dingin. Gangguan ini disertai dengan keluhan flu, batuk dan pilek yang membuat kondisi badan rasanya semakin tidak enak.

Spesialis Penyakit Dalam dr Laurentius Aswin Pramono, SpPD. MEpid menjelaskan, di musim pancaroba seseorang rentan menderita panas dalam. Apalagi ketika puasa, seseorang pasti akan menahan haus selama belasan jam yang membuat tenggorok tidak dibasahi oleh air.

“Selama Ramadan pasti akan sering terjadi perubahan cuaca yang ekstrem. Orang juga jadi jarang minum karena harus puasa, sehingga panas dalam tak terhindarkan,” ujarnya kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, pemicu panas dalam tak hanya disebabkan karena faktor cuaca. Anda yang sering mengonsumsi makanan tertentu juga bisa bikin tenggorokan gatal dan rasanya kering.

Adapun jenis makanan yang kerap memicu panas dalam antara lain mi instan, camilan dengan tambahan bumbu MSG, makanan asin, minuman kemasan, makanan beku dan sebagainya. Makanan ini tak hanya membuat tenggorok tidak nyaman, tapi juga berdampak pada masalah kesehatan yang lain.

Selama puasa, menurut dr Aswin, seseorang malah mudah mengontrol pemicu terjadinya panas dalam. Anda bisa menjauhi aneka makanan yang mengganggu kenyamanan tenggorok yang berujung panas dalam.

“Selama Ramadan tetap bisa memperbanyak asupan vitamin C, minum air putih sesuai kebutuhan tubuh di malam hari, menjauhi minuman berkafein dan menghindari makanan dengan bahan pengawet juga penting biar bebas panas dalam,” terangnya.

Mumpung selama puasa biasanya seseorang lebih peduli dengan kesehatannya agar ibadahnya tetap lancar. Karena orang ingin berlomba-lomba mencari ganjaran pahala yang melimpah dengan melakukan banyak kegiatan dari pagi hingga malam hari, serta harus bangun sahur di waktu dini hari. (*)

BERITA REKOMENDASI