Pasien Gagal Jantung Tak Boleh Berhenti Minum Obat? Ini Alasannya

JANTUNG merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh karena berfungsi untuk memompa aliran darah ke seluruh tubuh. Untuk itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Namun, sakit jantung bisa diderita oleh siapa saja. Penyakit jantung jenisnya beragam dan masing-masing jenis memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Salah satu penyakit jantung yang parah adalah gagal jantung.

Gagal jantung adalah stadium akhir dari beragam penyakit jantung seperti penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Dibandingkan dengan negara Barat, gagal jantung di Asia Tenggara termasuk Indonesia terjadi pada mereka yang berusia lebih muda dan ditandai dengan kondisi klinis yang lebih parah.

Gagal jantung merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan sehingga pasien yang menderitanya harus tetap meminum obat agar perawatan yang dilakukan sebelumnya tidak sia-sia.

“Bila pasien berhenti minum obat, maka perawatan harus diulang dari awal lagi. Pada penyakit gagal jantung, ada lima obat yang harus diminum pasien. Kalau salah satu dari lima obat tidak diminum, pasien akan merasa sesak,” tutur Prof. Dr. Bambang Budi Siswanto dari Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Sabtu (29/7/2017).

 

Jika obat yang dikonsumsi sudah habis, harus segera ke dokter. Sebisa mungkin jangan menggunakan resep sebelumnya. Hal itu dikarenakan bisa jadi tekanan darah pasien berbeda atau ada masalah lain. Dalam memberikan obat kepada pasien gagal jantung, dokter harus lebih dahulu melakukan serangkaian tes dulu. Apabila tekanan darah pasien tinggi, dosis obat bisa dikurangi.

Dalam beberapa kondisi, ada juga pasien yang harus menjalani pemeriksaan darah karena takutnya ada komplikasi seperti gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan salah satu efek samping yang bisa saja terjadi karena pasien sering meminum obat dalam jumlah banyak dalam jangka panjang. Untuk itu, check up ke dokter diperlukan untuk mencegah komplikasi dari obat yang dikonsumsi.

Studi menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien gagal jantung lebih buruk dibandingkan dengan kondisi kronis lainnya. Kondisi itu tentunya mengganggu pasien untuk melakukan tugas sederhana dan melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Untuk itu, guna mengurangi memburuknya kondisi pasien gagal jantung, kini telah ditemukan obat baru yaitu LCZ696.Obat yang dikeluarkan oleh Novartis Indonesia ini menggabungkan dua molekul menjadi satu sehingga berfungsi meringankan beban kerja jantung yang sudah sakit. Obat ini secara bertahap bisa mengembalikan kondisi jantung yang lemah menjadi seperti semula. (*)

BERITA REKOMENDASI