Patuhi Protokol Kesehatan, SEKOCI Buka Kelas Online

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fenomena pandemi Covid-19 memiliki dampak pada berbagai sektor, salah satunya kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penundaan kelas hamil secara langsung atau tatap muka sebagai bentuk pencegahan penularan Virus Corona.

Rizka Ayu Setyani SST MPH yang merupakan dosen Pendidikan Profesi Bidan Universitas Respati Yogyakarta dan Inisiator sekaligus Founder Sekolah Komplementer Cinta Ibu (SEKOCI) mengatakan, sebagai inovasi pengembangan kelas ibu berbasis kebidanan komplementer dan teknologi turut mendukung anjuran pemerintah tersebut dengan mengadakan kelas online. Pertemuan yang biasanya dilakukan secara langsung antara bidan dengan ibu hamil dan menyusui, diubah menjadi pertemuan daring yang memanfaatkan sosial media.

“Kelas online ini berbeda dengan kelas offline yang bekerjasama dengan Puskesmas Depok II dan hanya dilaksanakan di Desa Condongcatur Depok Sleman. Kali ini kelas online dibuka untuk ibu hamil dan menyusui seluruh Indonesia. Tak hanya peserta, kami juga membuka relawan pengajar dan fasilitator seluruh Indonesia,” jelasnya.

Co Founder SEKOCI, Fika Lilik Indrawati SSiT MPH menambahkan, walaupun terdapat pandemi Covid-19 namun program Sekolah Komplementer Cinta Ibu harus tetap terlaksana agar ibu hamil dan menyusui tetap terpantau serta tidak terputus dalam mendapatkan akses informasi tentang kesehatan ibu dan anak. Selain itu, juga sebagai pelaporan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat tahun 2020 kepada Kementerian Riset dan Teknologi dan Badan Riset Inovasi Nasional.

Sekolah Komplementer Cinta Ibu menawarkan tiga program yang dapat diakses secara gratis dalam kelas online ini. Pertama, Meet The Expert dimana program ini merupakan talkshow bersama pakar atau ahli tentang isu kesehatan umum dan kesehatan ibu dan anak.

Kedua yakni HiBIDAN, yaitu media konsultasi online tentang kesehatan ibu dan anak melalui WhatsApp. Sedangkan ketiga yaitu kuliah WhatsApp yang merupakan pemberian penyuluhan kesehatan ibu dan anak oleh relawan pengajar seluruh Indonesia menggunakan media daring group. (*)

BERITA REKOMENDASI