Pemerintah Dorong Strategi Pencegahan Obesitas di tengah Pandemi Covid 19

BOGOR, KRJOGJA.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mendorong strategi pencegahan obesitas ditengah pandemi covid-19.

Melalui pertemuan seminar bertajuk “Bergerak Cegah Obesitas”. Acara ini disiarkan melalui Zoom dan Youtube Bappenas RI serta dihadiri perwakilan 26 Kementerian/Lembaga (K/L) serta jejaring Scaling Up Nutrition Networks (SUN) Indonesia, pada Jumat (12/11/2021). SUN Indonesia diharapkan peran SUN Networks di Indonesia dalam upaya perbaikan gizi, terutama menekan angka obesitas.

“Melalui upaya perbaikan gizi, terutama menekan angka obesitas, sesuai dengan indikator pokok dalam RPJMN 2020-2024 harus terus dilakukan,” ujar Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko, pada pembukaan Seminar di Bogor, Jumat (12/11/ 2021).

Apabila dilihat tren lima tahun ke depan diprediksi angka kejadian obesitas akan meningkat. Selain itu, berdasarkan Penelitian terbaru dari University of North Caroline di Chapel Hill Amerika Serikat yang menemukan obesitas meningkat risiko kematian akibat COVID-19 hingga 48 persen.

“Semua golongan bisa terkena obesitas baik dari keturunan dan gaya hidup. Kalau sekarang cenderung gaya hidup, banyak memilih makanan cepat saji tapi makanan itu bahan makanannya kurang. Jadi harus kembali lagi ke gizi seimbang. Kalau lebih banyak konsumsi karbo, lemak akan bersembunyi. Banyak sekali makanan kekinian yang gulanya tinggi, itu apalagi yang ada susunya dan ada lemaknya, bisa jadi dominan gula itu yang menumpuk,” jelasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir pada pembukaan seminar, menyatakan dukungannya terhadap acara ini. “Scaling Up Nutrition merupakan wujud respons negara-negara di dunia terhadap kondisi status gizi, yang berpengaruh besar terhadap ekonomi dan kualitas hidup manusia. Indonesia telah menjadi bagian dari negara yang berkomitmen untuk. perbaikan gizi dan mendukung terwujudnya SDGs,” tutur Menkes.

Program untuk menekan angka obesitas yang efektif harus komprehensif, penguatan upaya promotif-preventif melalui pembudayaan Germas, perilaku “cerdik” sinergi dan lintas program, serta kolaborasi lintas sektor serta perlu adanya peer group pada lingkungan remaja dalam upaya edukasi dan komunikasi risiko terkait pencegahan dan risiko obesitas. 0leh karena itu perlu dibuat program kerja yang tertata dan berkelanjutan dalam rangka pencengahan obesitas.

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali. “Obesitas merupakan masalah yang kompleks dan menjadi tantangan bagi kita semua. Target global obesitas adalah menghentikan kenaikan prevalensi obesitas,” tegas Pungkas.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPMJN) 2020-2024, telah ditetapkan target agar tingkat obesitas di Indonesia tidak mengalami kenaikan.
Ia menjelaskan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) persentase orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan lebih 13,6 persen dari jumlah penduduk.

Sementara itu, untuk persentase orang-orang yang mengalami obesitas mencapai 28,1 persen dari jumlah penduduk. “Artinya bila dijumlahkan ada sekitar 30 persen lebih penduduk Indonesia mengalami berat badan lebih, jika dilihat berdasarkan data tersebut,” tutupnya.(Ati)

BERITA REKOMENDASI