Pencapaian Target Pemerintah Indonesia dalam Mempercepat Perbaikan Gizi Tidak Mudah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menyatakan pencapaian target pemerintah Indonesia dalam mempercepat perbaikan gizi tidak mudah. Karena Indonesia menghadapi masalah kekurangan dan kelebihan gizi sekaligus.

Demikian ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, pada puncak Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2021 pada Selasa (23/11/2021) di Jakarta. Mengangkat tema “Satu Dekade Melangkah Bersama”, acara ini sekaligus memperingati momentum sepuluh tahun sejak Indonesia bergabung dengan gerakan SUN di tingkat global.

Namun, Suharso optimis dengan kerjasama lintas sektor, Indonesia mampu mewujudkan percepatan perbaikan gizi. “Harapannya, kegiatan SUN Annual Meeting 2021 dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.

Scaling Up Nutrition merupakan gerakan global di bawah Sekretaris Jenderal PBB untuk mengatasi semua bentuk malnutrisi melalui keterlibatan lintas sektor. Gerda Verburg, koordinator gerakan SUN di tingkat global, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat perbaikan gizi. “Indonesia termasuk negara yang pertama-tama bergabung dengan gerakan Scaling Up Nutrition. Ini menunjukkan bagaimana kepemimpinan pemerintah Indonesia terhadap permasalahan gizi,” ujar Gerda.

Secara khusus, Gerda menyampaikan apresiasi terhadap SUN Focal Point Indonesia yang saat ini dipegang Deputi bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko, yang telah mengembangkan kemitraan lintas sektor hingga Indonesia mampu memiliki 148 anggota SUN Networks pada tahun 2021. Jejaring ini terdiri dari pemerintah, mitra pembangunan, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta akademisi.

BERITA REKOMENDASI