Penderita Bibir Sumbing di Indonesia Masih Tinggi

KUPANG, KRJOGJA.com – Jumlah penderita bibir sumbing masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani. Pertahunnya, jumlah penderita Bibir Sumbing di Indonesia mencapai 7.500 orang.

Bibir sumbing merupakan satu dari beberapa jenis cacat lahir yang bisa menimpa bayi,kondisi ini dapat mulai terbentuk ketika bayi masih dalam kandungan. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri, penderita bibir sumbing kesulitan menggelar operasi karena biayanya yang mahal.  Karena itu  PT Sido Muncul pun memberi bantuan sebesar Rp 111.750.000 untuk kegiatan operasi bibir sumbing bagi 36 warga NTT di RS St. Carolus Boromeus, Kupang.

"Kita berharap dengan operasi gratis ini, senyum mereka akan kembali," kata PR Manager Sido Muncul Sri Wahyuni saat pembukaan bakti sosial operasi bibir sumbing, langit-langit mulut, dan luka bakar, di Kupang ,Kamis (19/4/2018).

"Ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan bekerja sama dengan Yayasan Sinar Pelangi dan RS St. Carolus Borromeus," ujarnya.

Penyerahan bantuan telah diserahkan disaksikan Walikota Kupang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana, Anggota DPRD NTT, DR. Anton Belle, Ketua Dharma Karya Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Wilayah Keuskupan Agung Kupang, Romo Ambrosius Ladjar, Ketua Yayasan Elisabeth Gruyters Sr. Tavi, CB.

"Bantuan ini akan kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami juga berharap, semoga operasi berjalan lancar, pasien-pasien dapat kembali tersenyum, sertapercaya diri untuk bersosialisasi,” ujar Sri Wahyuni.

Sebanyak 30 pasien menjalani operasi di RS ST. Carolus Borromeus, Kota Kupang dan ditangani oleh tim bedah plastik dari Yayasan Sinar Pelangi. Acara dihadiri  Kepala Dinas Kesehatan Kupang dr. Ari Wijana, Anggota DPRD Provinsi NTT Anton Belle, Ketua Persatuan Dharma Karya Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Wilayah Keuskupan Agung Kupang Romo Ambrosius Ladjar, Ketua Yayasan Elisabeth Gruyters Sr. Tavi, CB, Direktur RS St. Carolus Borromeus Kupang dr. Herly Soedarmadji.

Dilanjutkan penyerahan bantuan Operasi Bibir Sumbing senilai Rp 111.750.000 yang secara simbolis diserahkan oleh Manager PR Sido Muncul kepada Direktur RS ST. Carolus Borromeus Kupang. Dilakukan pula penyerahan produk secara simbolis kepada perwakilan pasien, serta diakhiri dengan peninjauan ke ruang operasi.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyebutkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama Sido Muncul telah mengadakan berbagai kegiatan CSR seperti operasi katarak gratis, pemeriksaan mata, dan pemberian kacamata gratis untuk anak-anak SD. Sedangkan, operasi bibir sumbing gratis ini merupakan kali pertamanya dibantu Sido Muncul.

"Bantuan ini akan kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami juga berharap semoga operasi berjalan lancar, pasien-pasien dapat kembali tersenyum, serta percaya diri untuk sosialisasi," kata Irwan Hidayat.

Pemilihan lokasi NTT ,tepatnya di Kupang karena  Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan jumlah penderita bibir Sumbing tertinggi di Indonesia, yaitu 8,6 persen atau 6-9 per 1.000 penduduk. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari berbagai kalangan.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Sido Muncul telah mengadakan berbagai kegiatan CSR, seperti Operasi Katarak Gratis, Pemeriksaan Mata dan Pemberian Kacamata Gratis untuk Anak-anak SD, Mudik Lebaran Gratis, Bantuan Bencana Alam, Bantuan Biaya Hidup (Living Cost Program), dan lain-lain.  Namun, untuk Operasi Bibir Sumbing Gratis ini merupakan kali pertamanya bagi Sido Muncul." (Ati)

BERITA REKOMENDASI