Penderita HIV Tambah Banyak, Apa Kata Menkes

SETIAP 1 Desember semua penduduk memperingati Hari AIDS Sedunia. Termasuk Indonesia, banyak harapan yang diinginkan oleh banyak kalangan untuk mencegah penyebaran penyakit dengan fenomena bak gunung es ini.

Sebelum pasien mengidap AIDS, diawali lebih dulu dengan HIV. Penyakit HIV ditularkan lewat cairan yang mengandung Human Immunodeficiency Virus.

Penyebab HIV paling banyak akibat perilaku seks yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik sembarangan. Kedua hal ini sesungguhnya bisa dicegah berdasarkan kebiasaan seseorang.

Karenanya, Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek berpesan kepada seluruh masyarakat agar bisa menjaga segala jenis perilaku buruk yang bisa memicu penularan HIV/AIDS. Apalagi saat ini masyarakat juga harus menerapkan perilaku gaya hidup sehat yang membuat Anda terbebas penyakit.

"Saya kira masyarakat bisa mencegah perilaku seks tidak aman, apalagi penggunaan jarum suntik masih banyak banget di Indonesia," ujarnya kepada Okezone saat ditemui di Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Kini banyak kalangan bisa menderita penyakit ini, termasuk pekerja seks hingga ibu rumah tangga dan anak-anak. Mereka tidak tahu apa sebabnya bisa menderita HIV sebelumnya.

Namun sebagian besar, terjadinya penyakit HIV dari dulu akibat kontak seksual homoseksual dan heteroseksual. Meski penularannya bisa terjadi dari cairan darah dan air susu ibu.

"Biar angka penderitanya tidak tinggi ya dijaga perilakunya," bebernya.

Bila dilihat, epidemi HIV menginfeksi lebih dari 35 juta jiwa. Diperkirakan, ada sekira 36,7 juta orang hidup dengan HIV hingga 2016. HIV menjadi masalah global yang terkonsentrasi, karena kini mengalami pergesaran pada status penderitanya.

Adapun puncak Peringatan AIDS Sedunia 2017 di Indonesia dihelat di Palembang. Pemerintah berharap di tahun 2030, Indonesia bebas HIV dengan status penderota terkonsentrasi. Penyakit ini bisa dicegah dengan berperilaku seks aman dan terkendali. (*)

HIV

BERITA REKOMENDASI