Penderita TBC Sulit Terdeteksi

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Penderita penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karanganyar sulit dideteksi. Fasilitas penyembuhan penyakit infeksi saluran pernapasan itu di puskesmas juga belum banyak diakses.

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Fatkhul Munir, Rabu (02/11/2016). Menurutnya, anggapan penyakit ringan pada gejala batuk menjadi penghalang penyembuhan penyakit menular TBC. 

Diperkirakan, TBC menjangkit 1.000 penderita di Karanganyar hingga tahun ini. Namun pendampingan terhadap mereka di puskesmas tak sampai 30 persen dari total penderita.

"Idealnya 70 persen penderita tertangani di puskesmas yang merupakan sentra pelayanan penyembuhan TBC. Di puskesmas ditangani standar mulai deteksi dini, pendampingan sampai sembuh,” kata Fatkhul Munir.

Minimnya penderita TBC mengakses layanan puskesmas, lanjut Munir, diduga kurangnya informasi masyarakat tentang penyakit itu. Tanpa pengobatan terstandar, bakteri tuberkulosis hanya mereda di awal namun bakal lebih ganas saat kambuh. Celakanya lagi, bakteri bakal kebal terhadap obat tertentu bagi penderita maupun yang tertular. Penderita juga tidak menyadari risiko mengidapnya karena proses menuju fatalitas lama. (R-10)

 

 

 

 

TBC

BERITA REKOMENDASI