Potensi Fashion Muslim Tembus USD270 Miliar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan populasi muslim dunia mencapai 24 persen dari total penduduk dunia. Adapun konsumsi Fashion muslim dunia pada tahun 2018 mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.830 triliun.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2023 akan meningkat hingga 361 miliar dolar AS. Sementara untuk Indonesia saja, pada tahun konsumsi fashion muslim mencapai 20 miliar dolar AS atau meningkat 18,2 persen per tahun.

“Potensi pasar fashion muslim sangat besar, sehingga dibutuhkan pengusaha muslim yang kreatif, apalagi konsumsi Fashion muslim dunia pada tahun 2018 mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.830 triliun. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2023 akan meningkat hingga 361 miliar dolar AS,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, pada acara pembukaan Muslim Fashion Festival ( Muffest) di Jakarta, Kamis (20/2).

Dijelaskan, Indonesia sebagai pasar muslim terbesar ke dua di dunia setelah Uni Emirat Arab, diharapkan terus berinovasi dan kreatif untuk produk fashion muslim, sehingga ke depan Indonesia akan menjadi pusat fashion muslim atau menjadi kiblat mode muslim dunia.
Dijelaskan, fashion muslim yang merupakan turunan dari tekstil dan produk tekstil (TPT) ini sudah di ekspor. Pada tahun 2018 laku nilai ekspor fashion muslim Indonesia mencapai 13,27 miliar dolar AS. Sedangkan potensi ekspor ke negara negara organisasi Islam dunia ( OKI) mencapai 191 miliar dolar AS.

“Jadi, pasar muslim masih memiliki ruang yang cukup besar untuk digarap, Indonesia sebagai negara muslim yang besar harus bisa menangkap peluang ini,” tegasnya.

Sementara itu Corsec Bank Negara Indonesia Syariah ( BNI Syariah ) Bambang Sutriano mengatakan, dalam industri halal, BNI Syariah memberikan pembiayaan sebesar Rp 2,7 triliun. Sementara khusus bisnis fashion BNI Syariah memberikan pembiayaan sebesar Rp 35 miliar.
Namun pada tahun 2020, ini diperkirakan pembiayaan untuk bisnis fashion ini akan meningkat 10 persen.

Sementara pada Muffest 2020, Bambang mengatakan, BNI Syariah menargetkan pembiayaan terutama KPR mencapai Rp 4 miliar dan untuk pembiayaan produktif diperkirakan mencapai Rp 4 triliun, sementara untuk pembukaan rekening baru selama pameran diperkirakan mencapai 100 rekening serta Hasanah card atau kartu kredit.(Lmg)

BERITA REKOMENDASI