Rasakan Lebih Sehat hingga Anak Tak Lagi Batuk Alergi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ratusan pengguna vapor rokok elektrik di Yogyakarta ramai-ramai melakukan rongten paru-paru, Jumat (20/12/2019). Mereka ingin membuktikan fakta menjawab tudingan miring yang mendiskreditkan rokok elektrik selama ini dan mengkonotasikam hal tersebut dengan asumsi tidak sehat. 

Salah satu pengguna vapor, Katon Nugroho, yang menjadi vappers aktif sejak 2012 lalu mengaku mendapat banyak efek positif dari rokok elektrik tersebut. Menurut Katon, ada beberapa hal positif dirasakan mulai lebih segar saat bangun di pagi hari hingga uap vapor yang diakui lebih ramah untuk anak. 

“Saya saat bangun pagi itu bisa lebih enteng, beda saat saya masih perokok berat (2003-2012) itu paling terasa. Lalu, dulu saat masih rokok biasa, anak saya sering batuk dan ternyata itu karena dia alergi asap rokok menurut dokter spesialis anak. Tapi ini selama 7 tahun saya vapping meski dekat dia, tidak pernah lagi batuk-batuk. Saya sebagai seorang bapak, merasa lebih aman menggunakan vapor ini,” ungkapnya. 

Beberapa hal lain menurut Katon dirasakan yakni ia menjadi lebih jarang mengalami masalah tenggorokan seperti saat masih menjadi perokok aktif. “Dulu waktu masih merokok tembakau aktif, saya kalau donor darah setelah beberapa hari rasanya lemas, tapi kemarin waktu komunitas ada aksi donor darah, seminggu ini masih sangat oke dan fit-fit saja badan,” imbuh pria yang masih menggunakan cairan bernikotin rendah ini. 

Sementara Robert, salah satu pegiat Vapor Yogyakarta menyampaikan di beberapa negara Eropa, vapor digunakan untuk pengobatan terapi lepas dari ketergantungan rokok. Kandungan nikotin yang bisa disesuaikan menjadi alasan untuk nantinya membantu pasien tak lagi merokok. 

“Di UK bahkan ada rumah sakit yang ada vapestorenya, jadi pasien kalau ingin lepas dari ketergantungan rokok akan diarahkan ke sana. Dosis nikotin dalam liquid diturunkan bertahap yang membuat pasien lebih mudah menjalani proses pengobatan,” tandas dia. 

Komunitas Vappers Jogja sendiri akan melakukan sarasehan dengan stakeholder terkait bulan Januari 2020 mendatang sebagai langkah lanjutan usai rongten bersama. Mereka ingin mengupayakan berkurangnya stigma negatif yang berkembang tentang vapor seperti menimbulkan paru-paru basah hingga kandungan narkoba. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI