Risiko Serangan Jantung dan Stroke Menghantui Pencinta Ramen, Serius?

PENCINTA ramen di Tanah Air tampaknya harus waspada ketika hendak mengonsumsi makanan favoritnya. Penelitian terbaru di Jepang telah menemukan hubungan antara mengonsumsi ramen dengan penyakit stroke dan serangan jantung terhadap orang yang mengonsumsinya.

Para peneliti dari Universitas Kedokteran Jichi menyelidiki hubungan antara prevalensi  ramen dan kematian akibat stroke di prefektur Jepang. Dalam makalah yang diterbitkan oleh Nutritional Journal, para ilmuwan mempelajarai data kesehatan dari berbagai jenis masakan dari berbagai daerah

Tim peneliti membandingkan makanan di prefektur Jepang dalam empat kategori yang terdiri dari: ramen, makanan cepat saji, hidangan Prancis atau Italia, udon dan soba. Para peneliti juga memperhitungkan usia dan jenis kelamin yang berhubungan dengan angka kematian akibat stroke dan serangan jantung di setiap prefektur pada 2017.

Berdasarkan hasil temuan para peneliti, daerah dengan restoran ramen lebih banyak seperti Tohoku, Kanto Utara dan wilayah Kyushu Selatan memiliki angka kematian akibat stroke yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jepang. “Ramen adalah makanan populer di Jepang yang tinggi akan karbohidrat dan garam sehingga dapat meningkatkan risiko kematian akibat stroke. Temuan kami menunjukkan korelasi antara prevalensi regional penikmat ramen dan kematian akibat stroke,”ungkap seorang peneliti, sebagaimana dilansir Next Shark, Jumat (6/12/2019).

Namun para peneliti membuat pengumuman jelas dalam makalah bahwa mereka tidak dapat memperoleh data tentang diet tepat untuk para penderita stroke. Mereka juga mengakui tidak mempunyai data tentang warga yang mengonsumsi ramen instan atau buatan sendiri. Laporan itu juga mencatat bahwa berbagai lauk atau komponen yang terdapat pada ramen mungkin masuk ke dalam faktor gizi yang kalori atau kandungannya tidak diperhitungkan dengan jelas. Berbagai hidangan ramen yang ditemukan di prefektur tersebut diantaranya berkuah kaldu tonkotsu, miso dan garam.

BERITA REKOMENDASI