Saat Musim Panas, Pandemi Virus Corona COVID-19 Bakal Tamat?

SEBUAH penelitian yang rilis baru-baru ini sedikit-banyak sukses menjelaskan seberapa baik Virus Corona Baru (SARS-CoV-2) penyebab COVID-19 bertahan terhadap panas, kelembaban, dan perubahan lingkungan lainnya.

Penelitian, yang baru saja diluncurkan oleh fisikawan di The University of Utah, dirancang untuk membantu pejabat kesehatan masyarakat memahami bagaimana Virus Corona Baru akan bereaksi ketika musim berubah.

Satu pertanyaan besar tentang Virus Corona Baru, yang menyebabkan penyakit yang disebut COVID-19, adalah apakah musim panas akan memperlambat penyebaran?

“Virus Corona Baru menyebar mirip dengan virus influenza – ketika tetesan lendir kecil menggantung di udara … Virus kehilangan infektivitas karena partikel kehilangan integritas struktural,” kata fisikawan Universitas Utah, Saveez Saffarian dalam sebuah pernyataan, diulas dan dikutip dari Livescience, Minggu (22/3/2020).

BERITA REKOMENDASI