Sabrina Beauty Care Beri Treatment Finalis Putri Hijab Indonesia DIY

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Berbagai persiapan dilakukan para finalis Putri Hijab Indonesia DIY menuju grand final yang akan dilaksanakan di Bandung pada Desember mendatang. Empat perwakilan Putri Hijab Indonesia dari DIY akan dikirim dalam even bertaraf nasional tersebut guna bersaing dengan kontestan dari daerah lain untuk meraih gelar terbaik.

Salah satu persiapan yang dilakukan yakni dengan melakukan treatment bagi tubuh dan wajah di Sabrina Beauty Care, Sabtu (09/10/2021). Dalam sesi ini para finalis juga mengikuti talkshow tentang cara merawat kulit yang baik bagi perempuan berhijab dengan pembicara dokter estetik dr Ella Yulia dan dr Dewi Kartika Sari serta kiat sukses di panggung hiburan bersama Bertrand Antolin.

Founder Forum Putri Hijab Indonesia DIY, Lidiniya Ferentica mengatakan tahun ini merupakan kali kedua DIY mengirimkan perwakilan dalam ajang bergengsi tersebut. Ia optimis dengan persiapan yang matang maka DIY dapat keluar menjadi pemenang sehingga membawa gelar tersebut pulang ke DIY.

“Ini merupakan pengalaman kedua bagi kami. Selama ini kami terus berproses dan belajar untuk menjadi yang terbaik,” kata Lidiniya Ferentica disela talkshow dalam Tour Treatment Top 10 Putri Hijab DIY yang dipandu host Yudha Aditya.

Dalam kesempatan ini, Lidiniya Ferentica menyampaikan Putri Hijab Indonesia ingin menginfluence para perempuan muslim untuk berhijab. Menurutnya seorang muslimah tetap dapat tampil stylist meski mengenakan hijab.

“Yang utama menutup aurat dengan berhijab itu adalah wajib bagi muslimah. Kami di sini ingin mengajak kepada kaum perempuan untuk membiasakan diri berhijab dan hijab tidak menjadi penghalang bagi muslimah untuk dapat terus berkarya di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Manager Klinik Sabrina Beauty Care, Mira Mariana mengatakan menjadi sponsorship bagi Putri Hijab Indonesia DIY merupakan bagian dari kontribusi untuk memajukan dunia kecantikan di daerah ini. Selain mendapat perawatan kulit langsung dari dokter-dokter yang telah berpengalaman, para finalis juga diasah untuk mengenal kepribadiannya diri sebagai bekal menghadapi ajang tersebut.

“Untuk keseharian para finalis ini dapat mengenal dan melakukan cara terbaik dalam merawat kulitnya masing-masing. Apalagi dengan mengenakan hijab sehari-hari, tentunya ada perawatan khusus bagi wajah maupun rambut yang dapat dilakukan,” kata Mira Mariana mewakili Owner Sabrina Beauty Care, dr Gadi Frinawati MPH yang saat ini menetap di Singapura.

Mira Mariana juga menyampaikan klinik kecantikan saat ini berkembang sangat pesat dengan berbagai penawaran yang diberikan. Sebagai customer tentunya masyarakat wajib berhati-hati dan harus dapat memilih klinik yang benar-benar dapat dipercaya.

“Tidak semua klinik kecantikan diawasi dan ditangani langsung oleh dokter. Jika kita tidak selektif dan pandai dalam memilik klinik, bukannya cantik yang didapatkan tapi malah penyakit yang bisa diperoleh,” tambahnya.

dr Ella Yulia dalam talkshow mejelaskan keluhan yang banyak terjadi pada kulit perempuan berhijab utamanya di daerah wajah. Pada bagian yang terbuka sangat berpotensi terpapar sinar matahari sehingga dapat menjadikan belang di kulit dibanding pada permukaan wajah yang tertutup.

“Ada memang bagian warna kulit yang tidak rata. Itu ada perawatannya tersendiri, salah satunya dengan bio peeling. Metode ini membuat kulit yang berwarna gelap karena paparan sinar matahi dapat lebih cerah,” kata dr Ella Yulia.

Ia mengatakan bio peeling menggunakan obat maupun formula bagi wajah dengan bahan herbal sehingga terjamin keamanannya. Berbeda dengan perawatan yang menggunakan bahan kimia, metode tersebut justru dapat membuat kulit teriritasi atau malah menimbulkan jerawat di wajah.

Metode bio peeling ini relatif dapat menghasilkan perubahan di wajah dalam waktu yang cukup singkat. Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran UII ini, sekali perawatan menggunakan bio pelling hasilnya sudah dapat terlihat dan kulit yang berwarna gelap akan perlahan samar.

“Bagi yang berjerawat, bio pelling juga dapat mengeringkan dan mencegah bopeng di wajah. Sekali melakukan perawatan dengan metode ini hasilnya sudah terlihat, apalagi jika rutin dilakukan dua pekan sekali dalam sebulan,” tambahnya.

Sementara itu Bertrand Antolin mengajak kepada para finalis Putri Hijab Indonesia dari DIY untuk tetap menjadi diri sendiri walau nantinya telah berkiprah dalam dunia industri hiburan. Menjadi seorang bintang menurut Bertrand Antolin ada batas usia dimana pada masa tertentu sinar ketenaran itu akan redup, tetapi menjadi diri sendiri itu akan berlangsung selamanya.

Ia juga berbagi tips untuk menjaga wajah agar tetap cerah dengan cara alami. Menurut pria keturunan Prancis ini kondisi kulit seseorang sangat bergantung dengan apa dikonsumsinya sehari-hari.

“Cukup minum air putih dan menghindari memakan goreng-gorengan. Istirahat juga yang cukup dan atur pola istirahat sehari-hari, karena jika kita lelah akan kulit wajah kita juga akan terlihat kurang bersinar,” kata aktor yang kondang sebagai Jiro dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, Sabrina Beauty Care menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat. Para finalis wajib menjalani tes swab terlebih dahulu sebelum pelaksanaan dan pembatasan pengunjung dilakukan dengan cara menutup sementara pelayanan bagi customer.

Selain itu cover bed maupun cap sebagai penutup  kepala saat perawataan digunakan sekali pakai. Saat treatment posisi bed juga diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi standar phisical distancing dengan memanfaatkan dua ruang sekaligus di lantai 1 dan 2. (*)

BERITA REKOMENDASI