Sakit Paru Obstruktif Kronis, Bagaimana Gejalanya?

ROKOK dan polusi udara menjadi faktor risiko untuk membuat paru-paru menjadi tak sehat. Salah satunya adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Seseorang dengan penyakit tersebut, setiap napas adalah perjuangan. Bahkan meniup sesuatu membuat mereka terengah-engah. PPOK adalah penyakit pernapasan kronis progresif yang membuat penderita sulit bernapas karena keterbatasan aliran udara.

Ahli Paru Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Faisal Yunus menjelaskan gejala-gejala atau tanda penyakit tersebut. Kebanyakan pasiennya datang sudah dengan keluhan, seperti sesak napas.

“Pasien gampang kehabisan napas saat naik-turun tangga, dan sudah dengan kecacatan. Jarang sekali mereka datang dengan gejala awal karena mereka tidak menyadari gejala awal penyakit itu,” ujarnya dalam keterangan tertulis dari Royal Philips, akhir pekan lalu.

Selain itu, banyak juga yang beranggapan bahwa olahraga rutin atau kunjungan ke wilayah dengan udara bersih bisa mencegah penyakit paru. Padahal hal itu tidak tepat.

“Zat yang sudah terlanjur bertumpuk di paru karena asap rokok dan polusi udara, tidak akan hilang, Mereka yang sudah ada gejala dan makin parah harus berobat ke dokter,” jelasnya.

Meskipun PPOK merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan, bukan berarti ini adalah penyakit yang melemahkan. Pasien akan tetap bisa hidup dengan baik meski mengidap PPOK asalkan patuh pada perawatan dan pengobatannya, sehingga mengurangi perburukan penyakit.

Tanda-tanda gejala lainnya yaitu,

Gejala Pertama

Batuk kronis yang berlangsung selama beberapa minggu.

Gejala Kedua

Kesulitan bernapas

Gejala Ketiga

Adanya produksi sputum atau dahak

Gejala Keempat

Mengi dan sesak di dada.(*)

BERITA REKOMENDASI