Selain Rabies, Ini Deretan Penyakit kalau Sering Makan Daging Anjing

MAKAN daging anjing masih menjadi kontroversi, tak terkecuali di kawasan Indonesia . Padahal, semestinya anjing tidak untuk dikonsumsi karena merupakan hewan peliharaan, layaknya kucing dan lainnya. Ini memang cukup menjadi ironi. Tentu, banyak pula alasan yang membelakangi mengapa daging binatang yang mendapatkan predikat sahabat manusia ini diperjualbelikan sebagai makanan, mulai dari tradisi hingga faktor ekonomi.

BACA JUGA :

13 Ribu Anjing Dibantai, Pemda Diminta Bertindak

Giliran Pedagang Warung 'Guguk' Protes, Ini Sebabnya

Selain itu, ada pula yang menyebutkan bahwa makan daging anjing memiliki khasiat kesehatan bagi tubuh. Padahal ini tidak sepenuhnya benar. Karena itu, perlu tahu bahayanya makan daging anjing berikut!

1 Rabies

Rabies menjadi salah satu bahaya terbesar saat makan daging hewan penjaga ini. Di Filipina, kurang lebih ada 10 ribu anjing dan 300 orang yang tewas karena rabies. Padahal, vaksinasi anjing di saat itu sudah digalakkan. Dampak penularan virus rabies salah satunya dengan mengkonsumsi daging anjing.

Program Manager Animal Friends Jogja koalisi Dog Meat Free Indonesia, Angelina Pane usai beraudiensi dengan Bupati Juliyatmono di ruang Garuda kompleks Setda Karanganyar belum lama ini menjelaskan bahaya penyakit rabies pada konsumen serta penyakit zoonosis dari infeksi mikroorganisme. Ia menyebut, stop penjualan daging anjing akan mempercepat pencapaian Indonesia bebas rabies pada 2020. Tanpa kuliner ekstrem itu, ciitra daerah diyakininya ikut membaik.

"Berdasarkan investigasi, anjing dari Jatim dan Jabar yang dikirim ke Soloraya itu peliharaan orang. Banyak yang diambil paksa atau malah dicuri. Pemiliknya diintimidasi agar mau menyerahkan,” katanya.

2. Hipertensi

Daging hewan ini memiliki beberapa kandungan gizi seperti kalsium, kalium, natrium, tiamin, dan lainnya. Di antara semua gizi tersebut, kandungan natrium yang paling tinggi. Sehingga, jika kamu sering makan dagingnya, kamu akan berisiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.

3. Sarang Cacing Pita

Bahayanya lainnya dikarenakan cacing pita yang bisa terdapat dalam daging. Terlebih bagi anjing liar yang kebanyakan menjadi korban jagal untuk dikonsumsi. Jadi kalau kamu makan daging ini, sistem pencernaan kamu bisa terserang dan menimbulkan banyak penyakit. Biasanya hal ini ditandai saat kamu BAB, ada cacing pita di dalamnya.

4. Kebal Antibiotik

Anjing sering diberikan berbagai vaksinasi yang kandungan antibiotiknya cukup tinggi. Kandungan yang besar ini menjadi bahaya saat kamu makan daging anjing. Efeknya akan menyerang kekebalan tubuh dan kamu menjadi kebal terhadap antiobitik. Susahnya kalau kamu lagi sakit, tubuhmu akan menolak atau tidak mempan terhadap semua antibiotik dari obat yang kamu minum. Kalau sudah begini, bagaimana kamu bisa sembuh?

5. Terjangkit Infeksi

Potensi infeksi saat makan daging anjing cukup tinggi, seperti E. Coli 107, Salmonella, hepatitis, anthrax, brucellosis, hingga leptospirosis. Sebab, semua bakteri itu penyebarannya sangat besar salah satunya melalui memakan dagingnya. Jadi kamu tidak dianjurkan mengkonsumsi daging anjing.

6. Kolera

Mengkonsumsi daging anjing secara masif meningkatkan 20 kali lipat resiko penyakit diare akut yang disebabkan bakteri kolera. Hal ini tidak dari dagingnya saja, tapi juga barang-barang penyajian hingga proses memasaknya, bisa mempengaruhi terserang penyakit ini. Inilah salah satu yang paling ditakuti dari bahayanya makan daging anjing.

7. Tempat Berkumpulnya Kuman

Pada tahun 2011, Korea Selatan pernah melakukan penelitian terhadap daging anjing. Melansir laman Skdogcatcampaign, hasilnya dari 17 sampel ditemukan daging anjing mengandung berbagai kuman, mulai dari kuman biasa, kuman colon bacillus hingga kuman stafilokokus kuning yang jumlahnya di atas batas normal

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI