Selama Pandemi Covid-19, Penangulangan Stunting Harus Tetap Jalan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Lead Program Manager for Stunting dari Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) dalam Webinar digelar Senin (19/5 2020) Mursalin menjelaskan masa darurat pandemi bisa selesai dalam beberapa bulan, tetapi penanganan pascapandemi ini bisa berlangsung lama.

Padahal, kata Mursalin promosi program penanggulangan stunting harus tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian. “Masa darurat pandemi bisa selesai dalam beberapa bulan, tetapi penanganan pascapandemi ini bisa berlangsung lama dan terkait langsung dengan pemulihan ekonomi. Semakin lama penanganan, akan semakin besar dampak negatif bagi status gizi anak dan ibu hamil,” ujarnya.

Sementara itu, Eddy Henry sebagai Head of ECED Tanoto Foundation melihat pertumbuhan ekonomi yang terus merosot akan membuat kemiskinan terus bertambah “Kemiskinan dan stunting saling menguatkan sehingga diperlukan intervensi di masa sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat bisa melakukan dua hal untuk mengatasi stunting. Pertama, upaya nutrition specific berupa meningkatkan kesadaran kesehatan dan gizi bagi remaja, pasangan muda, wanita hamil, menyusui melalui sosial media dan media elektronik.

Kemudian terus mempromosikan ASI Eksklusif dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta mendukung ketersediaan makanan bernutrisi bagi wanita hamil, menyusui dan anak usia dini melalui program bantuan sosial, dan menyediakan layanan darurat bagi ibu dan anak di puskesmas.

BERITA REKOMENDASI