Selama Pandemi Covid-19, Penangulangan Stunting Harus Tetap Jalan

Kedua, nutrition sensitive, yakni menyediakan bantuan konseling psikososial bagi orang tua. Kemudian memastikan ketersediaan sabun untuk mengoptimalkan program WASH, menyediakan alat permainan edukatif untuk membantu orang tua memberikan simulasi, menyediakan konten-konten bermanfaat untuk orang tua dan anak di media.

Sementara PERSAGI yang diwakili dr Entos Zainal, menekankan pentingnya intervensi bersifat lintas sektor yang menelurkan kontribusi lintas kementrian/lembaga. “Inilah masanya antarkementerian menelurkan kontibusinya dalam menurunkan stunting yakni Kemenkes sebagai aktor utama intervensi gizi spesifik,” katanya.

Sementara kementerian selain Kemenkes dapat mengoptimalkan intervensi gizi sensitif. Contohnya Kemendikbud dengan PAUD, parenting dan UKS.
Kementerian PU&PR dalam hal air bersih dan sanitasi. Kemenperin melalui fortifikasi produk pangan. Kementan dengan ketahanan pangan.

Sri Sukotjo selaku Nutrition Specialist dari UNICEF menekankan kelompok rentan masih perlu mendapatkan perhatian lebih. Pemilihan pangan untuk bantuan sosial perlu dibuat lebih ramah gizi. Dana Desa juga perlu dioptimalkan untuk mencegah terjadinya penurunan status gizi ibu dan anak.(ati)

BERITA REKOMENDASI