Setelah Terkena Serangan Jantung Bolehkah Berhubungan Seks?

SALAH SATU penyakit yang masuk dalam kategori menakutkan saat ini adalah serangan jantung. Bila sampai mengalaminya, seseorang biasanya akan dituntut untuk mengubah pola hidupnya, mulai dari wajib berhenti merokok, memangkas konsumsi alkohol, hingga mengurangi asupan tinggi lemak.

Terkait serangan jantung, ada satu pertanyaan yang kerap mengemuka. Pertanyaannya: Apakah berhubungan seksual setelah mengalami serangan jantung itu aman? Untuk tahu jawabannya, simak ulasan berikut ini.

Dijelaskan sejumlah studi, berhubungan ranjang sejatinya sangat aman bagi penderita jantung. Kata peneliti, aktivitas penuh gairah tersebut sama sekali tak akan memicu terjadinya serangan jantung.

Untuk membuktikan kesimpulan tersebut, periset di Jerman sana melakukan analisis terhadap 500 orang penderita jantung. Setelah diteliti, ditemukan fakta bahwa hampir 80 persen partisipan mengaku tak mengalami masalah saat bercinta usai serangan jantung.

Dietrich Rothenbacher menuturkan, studi yang dilakukannya sangatlah penting guna meyakinkan para penderita jantung agar tetap melanjutkan aktivitas seksualnya seperti sedia kala. “Intinya, tak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bercinta dapat meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung (lagi). Jadi, tak ada yang perlu ditakutkan” ujar pemimpin penelitian ini.

Lantas, kapan waktu yang tepat bagi pasien jantung melakukan aktivitas ranjangnya lagi? Menurut British Heart Foundation, penderita jantung dapat memulainya jika kondisi tubuhnya dirasa sudah cukup baik. Biasanya, empat sampai enam minggu pasca serangan jantung, demikian dilansir Daily Mail. (*)

 

BERITA REKOMENDASI