Setiap Hari Konsumsi Biji Pala, Ini 4 Khasiatnya

PALA merupakan bumbu yang digunakan untuk keperluan masak. Selain itu, pala juga memiliki beberapa sifat obat yang baik untuk kesehatan.

Pala adalah bumbu populer yang berasal dari biji Myristica fragrans. Pohonnya bahkan tumbuh subur di Indonesia.

Biasanya pala dijual berupa biji utuh sebagai rempah-rempah yang berkhasiat. Misalnya saja sering ditambahkan ke dalam masakan sup daging sapi, steak, rolade dan juga dapat digunakan untuk hidangan makanan penutup.
Di India, sebagian besar pala digunakan di Kerala untuk membuat makanan penutup dan kari daging. Dagingnya juga digunakan untuk membuat acar dan salam. Nutrisi buah pala banyak mengandung magnesium, mangan dan tembaga dan vitamin seperti B1, B6.

Terlepas dari itu, biji pala juga mengandung beragam manfaat untuk kesehatan. Dilansir Okezone dari Pinkvilla, berikut beberapa manfaat biji pala yang bisa Anda simak.

Mengandung antioksidan

Pala adalah sumber antioksidan yang baik dan dapat melindungi sel-sel dari radikal bebas. Antioksidan mengontrol kadar radikal bebas mencegah kerusakan sel.

Pala banyak mengandung antioksidan seperti sianidin, fenilpropanoid, terpene, protocatechuic, ferulic,dan asam caffeic. Maka tak salah kalau Anda rajin memgonsumsi olahan biji pala setiap hari, seperti sop daging atau makanan berkuah lainnya.

Anti-inflamasi
Senyawa anti-inflamasi pala disebut monoterpen, yang membantu mengurangi peradangan kronis. Biasanya terkait penyakit jantung, diabetes, dan radang sendi di tubuh kita dengan menghambat enzim. Oleh karena itu, pala baik untuk menyembuhkan penyakit dan terjadi pembengkakan sendi.

Anti-bakteri

Pala dianggap memiliki efek anti-bakteri yang tinggi, yang dapat membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh kita yang menyebabkan lubang. Bakteri seperti Streptococcus mutans dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

Mencegah penyakit tidak menular
Konsumsi olahan biji pala juga dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit tidak menular. Misalnya saja diabetes, jantung, serta dapat mengontrol kadar gula darah dalam jangka panjang.

 

BERITA REKOMENDASI