Setiap Hari Tak Sadar Kita Konsumsi Serangga, Kok Bisa?

PERNAHKAH, atau lebih tepatnya, maukah kamu menyantap seekor belalang panggang? Mungkin mendengarnya saja sudah membuat lidah kamu geli.

Tetapi, tanpa disadari sebenarnya kamu sudah mengkonsumsi berbagai jenis serangga lho setiap harinya

Tenang, yang dimaksud bukan semut di dalam kopi atau lalat yang hinggap di makananmu kok. Tapi lebih tepatnya yang terdapat dalam makanan olahan dan kemasan, alias bukan produk segar dari hasil pertanian.

Ambil saja contoh coklat kemasan dan juga selai roti.

Menurut The Defect Levels Handbook dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyatakan ada coklat yang mengandung 100 gram coklat dan 60 gram fragmen serangga pada enam sampel. Sedangkan pada selai, terdapat 30 gram fragmen serangga pada 100 gram selai.

Tak hanya itu, segelas jus jeruk yang kamu suka minum ternyata juga mengandung lima lalat buah tanpa kamu sadari.

Lalu, rata-rata peminum kopi bisa mengkonsumsi hampir 140.000 potongan tubuh serangga per tahun.

Terdengar menjijikkan? Jangan khawatir, para peneliti mengklaim makan serangga lebih aman dibandingkan dengan makan daging.

Secara keseluruhan, di dunia ini terdapat lebih dari 1.900 spesies serangga yang dapat dikonsumsi. Kumbang adalah serangga yang paling umum dikonsumsi, diikuti oleh ulat, lebah, semut, belalang, dan jangkrik.

Di samping itu, serangga sebenarnya adalah sumber protein yang tinggi. Bahkan ada beberapa jenis serangga justru dianjurkan untuk dikonsumsi. Di Alquran juga ada lho, yaitu belalang.

Serangga yang jago melompat ini memang mudah ditemukan, mudah ditangkap, dan rasanya lezat.

Dalam 3-5 ons belalang mentah terkandung 14-28 gram protein. Belalang juga kaya kalsium dan zat besi.

Kelebihan lain dari belalang adalah rasanya yang netral sehingga bisa dibuat menjadi berbagai panganan. Cara paling populer untuk menyantap belalang adalah digoreng atau dipanggang.

Bagaimana? Kalian masih jijik nggak makan serangga?(*)

BERITA REKOMENDASI