Siloam Hospitals Hadirkan Tes Molekuler Isotermal, Begini Keunggulannya

Guna menjawab permasalahan tersebut dan mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19, Siloam Hospitals menghadirkan tes molekuler isotermal di Indonesia. Tes molekuler isotermal merupakan metode terbaru deteksi COVID-19 dengan performa tinggi. Pengumpulan sampel untuk tes  ini dilakukan melalui usapan (swab) nasofaring, dimana metode tes molekuler isotermal menggunakan  amplifikasi asam nukleat isotermal, yang dapat menghasilkan waktu proses pemeriksaan lebih singkat dengan sensitivitas hasil tes 95.0% dan spesifisitas 97.9%.

Caroline Riady, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group mengatakan dengan tersediany  layanan tes molekuler isotermal di jaringan rumah sakit kami di seluruh Indonesia, masyarakat akan semakin mudah untuk mendapatkan akses terhadap tes COVID-19 dengan performa tinggi. Siloam Hospitals Group bersyukur dapat terus melayani dan memastikan terpenuhinya kebutuhan kesehatan  masyarakat Indonesia melalui penyediaan tes COVID-19 yang komprehensif mulai dari tes antibodi (rapid dan serologi), antigen (swab antigen), hingga molekuler (RT-PCR dan isotermal). “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pilihan tes yang tersedia di jaringan rumah sakit kami untuk kesehatan dan keamanan bersama.”

Performa tes dengan alat Abbott ID NOW™ ini telah terbukti secara global dalam penerapan uji COVID- 19, khususnya dalam hal waktu proses pemeriksaan (lima menit untuk hasil positif dan 15 menit untuk  hasil negatif), serta beragam keunggulan lainnya:

• Mudah diakses dan diterapkan terutama sebagai penggunaan POCT (Point of Care Test).

• Performa tinggi dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi.

• Kesalahan hasil tes (false positive test result) yang minimal.

• Teknologi dari Amerika Serikat yang telah tersertifikasi FDA EUA, CLIA Waived, dan CE Eropa

Dikesempatan yang sama, pakar patologi klinis Universitas Indonesia (UI), Prof. Siti Boedina menyatakan tes PCR terbagi dua, yakni tes molekuler isotermal dan RT-PCR. RT-PCR mendeteksi protein virus. Secara umum, dua-duanya mendeteksi materi virus.“Tes ini (tes molekuler isotermal) mendeteksi DNA virus,” papar Prof. dr. Siti Boedina Kresno, Sp. PK (K) pakar patologi klinis Universitas Indonesia (UI) melalui virtual press conference yang digelar Siloam Hosoitals.

“Untuk tes molekuler isotermal, alatnya simpel dan bisa dibawa ke mana-mana. Pemeriksaannya juga tak butuh proses lama. Hanya sekitar 30 menit, sudah ada hasil yang bisa dijadikan pegangan soal kondisi kesehatan seseorang”, tutur Prof. dr. Siti Boedina Kresno, Sp. PK (K), yang juga merupakan Konsultan Laboratorium di Siloam Hospitals ini menuturkan.

Tes molekuler isotermal tersedia di seluruh rumah sakit Siloam Hospitals Group mulai dari Rp 999.000  (minimum 10 orang). Selain digunakan untuk pasien dengan onset gejala kurang dari tujuh hari, tes ini sangat sesuai digunakan untuk kasus gawat darurat di IGD, tindakan operasi yang harus segera dilakukan,  serta rawat inap. Dengan sifatnya yang portabel atau mudah dibawa, layanan tes molekuler isotermal  pun tidak terbatas hanya di lingkungan rumah sakit saja.

“Bagi masyarakat yang sudah mulai berkegiatan dengan jumlah peserta terbatas, misalnya acara resepsi pernikahan, pertemuan sosial atau kantor, layanan tes ini juga dapat digunakan. Selain itu, kami juga menyediakan layanan tes di rumah (home care). (*)

BERITA REKOMENDASI