Sindrom MRKH Bikin Perempuan Lahir Tanpa Rahim

Editor: KRjogja/Gus

Banyak perempuan yang berencana untuk menikah dan kemudian memiliki anak. Namun kembali lagi, manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Pada beberapa kasus, ada perempuan yang kesulitan untuk mendapatkan anak. Ada berbagai faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Salah satunya adalah sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH). Kondisi merupakan kelainan kongenital langka yang memengaruhi sistem reproduksi wanita. Perempuan yang memiliki MRKH lahir tanpa rahim atau hanya memiliki satu pertiga dari jalan lahir. Kondisi ini memengaruhi 1 dari 5.000 wanita di seluruh dunia dan membuat perempuan tidak dapat membawa anak-anak.

Sindrom MRKH terjadi ketika sistem reproduksi tidak berkembang sepenuhnya atau sama sekali. Kondisi ini membuat perempuan tidak memiliki rahim sehingga tidak memiliki siklus menstruasi. Akan tetapi, dirinya tetap memiliki ovarium, telur, dan hormon seks seperti wanita normal. Begitu juga secara genetik. Hanya saja mereka tidak dapat hamil.

Seorang perempuan dengan MRKH juga tidak mengembangkan serviks. Padahal serviks sangat penting untuk perkembangan Miss V. Dengan begitu, perempuan tersebut memiliki panjang Miss V yang tidak normal, yaitu hanya sepertiga saja dari yang seharusnya. Perempuan dengan MRKH perlu mencari metode alternatif seperti adopsi atau fertilisasi in vitro (IVF) yang dikombinasikan dengan ibu pengganti jika ingin memiliki anak.

Selain kesulitan untuk mendapatkan anak, perempuan dengan MRKH juga mengalami kesulitan untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini dilatarbelakangi ukuran Miss V yang tidak normal. Perempuan tersebut perlu menjalani perawatan untuk melakukan hubungan seksual yang berfungsi melebarkan panjang Miss V.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab MRKH. Kondisinya yang langka membuat hanya sedikit penelitian yang mempelajari hal tersebut. Namun National Institutes of Health menjelaskan kelainan reproduksi muncul karena perkembangan duktus Mullerii yang tidak sempurna. (*)

BERITA REKOMENDASI