Sirih Belanda Sebagai Anti Polutan

TANAMAN hias jenis sirih Belanda mempunyai sifat menjalar. Tanaman ini mampu hidup dengan baik meski medianya cukup menggunakan air. Tak jarang wadah air menggunakan botol-botol artistik, sehingga kian mempercantik suasana ruangan.

Saat menyambangi lokasi kedai kopi dan teh di kawasan Jalan Mojo Baciro Yogya, akan bisa menemukan tanaman sirih Belanda di beberapa titik. Bahkan ada yang ditempatkan pada dinding-dinding maupun meja. 

Medianya cukup air bening yang diganti setiap tiga hari sekali. Wadah airnya cukup menggunakan botol-botol bekas warna bening, sehingga akar-akar tanaman pun bisa tampil artistik.

"Kami meyakini dengan adanya tanaman di sini dapat mendukung suasana alami, menjadi lebih segar dan fresh," jelas salah satu pengelola kedai kopi dan teh setempat, Venming, Rabu (31/01/2018) malam.

Tanaman jenis sirih Belanda, lanjutnya, diyakini juga dapat berfungsi sebagai anti polutan. Dengan kata lain bisa membantu menyerap polusi udara, misalnya yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermotor dan rokok. Beberapa jenis tanaman hias lain ada juga yang dikenal mempunyai sifat anti polutan, misalnya sansieviera (lidah mertua), sirih gading, palem, andong, anthurium bunga dan suplir. Dengan ciri khas masing-masing, aneka tanaman ini pun dapat menambah suasana sejuk alami.

“Cara memperbanyak sirih Belanda juga mudah, cukup memotong bagian batang atau sulur tanaman. Ketika ditanam di tanah maupun air, dalam waktu beberapa hari akan muncul akar-akar,” terangnya. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI