Soal Pnemonia Misterius di China, Ini Penjelasan WHO

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap lebih dari 50 kasus pnemonia di kota Wuhan, China Tengah, kemungkinan disebabkan oleh jenis baru dari virus yang menyebabkan wabah SARS dan MERS mematikan. 

Dilansir dari CNA, Kamis (9/1/2020), Badan Kesehatan PBB mengatakan, mereka membutuhkan informasi yang lebih lengkap untuk mengkonfirmasi secara tepat jenis patogen penyebab infeksi, yang mana menyebutkan virus corona baru sebagai salah satu kemungkinannya.

Berdasarkan hasil laporan dari China Central Television (CCTV), pada 7 Januari, pihak laboratorium telah mendeteksi tipe baru dari virus corona. Hal tersebut dikutip berdasarkan hasil tes patogen dari kelompok pakar penilaian awal yang lebih meyakinkan.

Jenis virus pnemonia misterius ini telah menginfeksi puluhan orang dan membuat seluruh Asia waspada.

Coronavirus merupakan jenis "keluarga besar" virus yang dapat menyebabkan infeksi, mulai dari flu biasa hingga SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang merupakan sindrom pernafasan akut parah.

Jenis coronavirus baru yang menyebabkan wabah ini berbeda dari coronavirus manusia yang ditemukan sebelumnya, dan untuk pemahaman lebih lanjut tentang virus ini, diperlukan sebuah penelitian yang lebih ilmiah.

Beberapa jenis virus menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, tetapi ada juga beberapa penyakit yang jauh lebih parah seperti yang menyebabkan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

"Informasi awal tentang kasus-kasus pneumonia di Wuhan … mengarah ke coronavirus sebagai patogen yang mungkin menyebabkan kluster ini," kata WHO.

Jenis coronavirus baru tidak dapat dihindari. Hal itu dikarenakan otoritas China telah melakukan tes laboratorium dan menghilangkan coronavirus SARS dan MERS sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya flu, flu burung, adenovirus, dan patogen infeksi pernapasan umum lainnya. 

Sebanyak 59 kasus telah dilaporkan oleh Otoritas China sejak wabah pneumonia terjadi bulan lalu. WHO mencatat bahwa coronavirus muncul secara berkala, yang menyebabkan SARS pada tahun 2002 dan menyebabkan MERS pada 2012.

Menurut otoritas China, virus di balik kasus-kasus Wuhan dapat menyebabkan penyakit parah pada beberapa pasien dan tampaknya tidak menular dengan mudah dari orang ke orang.

WHO mengatakan bahwa diperlukan informasi yang lebih jelas untuk mengkonfirmasi patogen, untuk lebih memahami epidemiologi wabah, gambaran klinis, penyelidikan untuk menentukan sumber, cara penularan, tingkat infeksi, dan penanggulangan yang diterapkan.

Pada tahun 2003, pejabat Cina menutupi wabah SARS selama berminggu-minggu sebelum meningkatnya jumlah korban jiwa. Penyakit ini menyebar dengan cepat ke kota dan negara lain pada tahun 2003 yang menyebabkan lebih dari 8.000 orang terinfeksi dan 775 meninggal.(*)

BERITA REKOMENDASI