Stres Bisa Picu Penyakit Psoriasis, Kenali Gejalanya

KONDISI stres salah satu pemicu segala macam penyakit serius dalam jangka panjang. Salah satunya adalah penyakit kulit psoriasis, meski umumnya akibat dari kelainan genetik.

Stres dengan psoriasis memang berkaitan erat, apalagi kalau Anda punya sistem kekebalan tubuh yang rendah. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, terutama bagi Anda yang punya pencetus kelainan genetik, yang mengakibatkan psoriasis.

Spesialis Kulit dan Kelamin dr Endi Novianto, SpKK, FINSDV, FAADV, menjelaskan, stres sering kali jadi pemicu psoriasis. Sayangnya, banyak sering mengabaikan kondisi stres, yang sebenarnya dapat merugikan dirinya.

"Sistem imunitas kita kan tergantung pada pikiran. Di pikiran ada satu hubungan yang juga pengaruhi saraf, terutama di bagian kulit," ujar dr Endi saat ditemui di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/218).

Terlebih, tambah dr Endi, biasanya orang yang stres punya banyak pelarian, seperti merokok dan minum alkohol. Justru itu dapat membahayakan karena keduanya mengandung tinggi radikal bebas.

Sementara itu, radikal bebas paling cepat memicu gangguan kulit atau penyakit serius. Seperti halnya psoriasis, yang ditandai dengan gejala kulit kemerahan mirip eksim, gatal dan bersisik.

"Peradangan di kulit menyebabkan radikal bebas di tubuh kita meningkat. Jadilah orang yang sering merokok atau minum alkohol, rawan sekali terkena penyakit seperti psoriasis," terang dr Endi.

Menurut dia, sebanyak 2 persen atau penduduk 5 juta penduduk dengan usia rata-rata 40 tahun, terjangkit penyakit itu. Sayangnya, pasien yang terdeteksi psoriasis kurang paham dengan gejalanya.

"Seseorang yang tidak bisa kompensasi stres, biasanya pertama kali keluar gejala psoriasis. Hitungannya cepat, tiba-tiba kulitnya merah. Tapi diobati tidak hilang-hilang, akhirnya harus diterapi khusus," pungkas dr Endi. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI