Puasa Mampu Tingkatkan Imun Tubuh di Tengah Wabah Corona

MEJAGA daya tahan tubuh merupakan salah satu cara untuk mencegah diri dari virus corona (COVID-19). Namun ketika Muslim sedang puasa Ramadhan seperti sekarang, apakah ibadah tersebut menurunkan imunitas?

Dikutip dari laman resmi Universitas Gajah Mada ugm.ac.id pada Sabtu (25/4/2020), puasa di tengah wabah corona memang penuh tantangan bagi Muslim. Namun tak usah khawatir, amalan tersebut tidak akan mengurangi daya tahan tubuh.

Ahli Gizi UGM, R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D., menyebutkan bahwa puasa justru bermanfaat pada sistem kekebalan tubuh atau imunitas. “Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi COVID-19,” ujarnya.

Menurutnya berpuasa yang benar dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Bahkan puasa selama 30 hari bisa merangsang produksi sel-sel darah putih baru. Hal ini mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Tak hanya meningkatkan imunitas, berpuasa juga membantu detoksifikasi tubuh. Selama berpuasa bisa membantu mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh. Misalnya zat-zat adiktif aditif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.

Puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh. Lemak yang berlebih dalam tubuh dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia. Pasalnya, lemak yang berlebih akan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh sehingga memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

“Kalau yang kelebihan lemak bisa menurunkan berat badan maka bisa memperbaiki imunitasnya,” ucap Dwi yang juga merupakan Ketua Prodi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

BERITA REKOMENDASI