Tidak Harus Gemuk, Orang Kurus Juga Rentan Diabetes

AKUI saja, gaya hidup orang perkotaan di zaman sekarang sudah tak karuan. Menyangkut dari segi kesehatan, mulai dari malas bergerak hingga makanan manis atau junk food menjadi santapan tiap hari.

Kondisi inilah yang menggagas AstraZeneca bekerja sama dengan International Diabetes Federation (IDF), Primary Care Diabetes Europe (PDCE), dan World Heart Federation (WHF) untuk mencanangkan program Early Access in Diabetes (EAiD) di 40 negara, termasuk Indonesia. Faktanya, Indonesia menduduki peringkat ke-6 penderita diabetes terbanyak di dunia pada 2017 lalu, naik satu peringkat pada 2015.

Apa yang patut Anda waspadai adalah bahwa stigma orang dengan obesitas bukan hanya satu-satunya yang rentan terhadap penyakit ini.

“Walau sebenarnya banyak orang Indonesia yang tidak overweight, penyakit diabetes masih mengintai mereka, termasuk yang berat badannya normal bahkan underweight,” ujar Bendahara Perkumpulan Endrokrinologi Indonesia (PERKENI) dr. Fatimah Eliana, SpPD-KEMD, di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, (20/12/2018).

Dari sekian banyaknya penderita diabetes dengan obesitas, sekitar 30 persen merupakan orang bertubuh normal serta yang kekurangan berat badan. Anda harus kenali terlebih dahulu gejala diabetes mellitus ini.

Menurut Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), Prof. Agung Pranoto, SpPD-KEMD, gejala awalnya terlihat dari kencing manis yang mengandung kadar gula berlebih. Rasa lapar serta haus terus mendera si penderita, bahkan berat badannya bisa menurun. Seperti sudah diketahui, gula akan terkandung di dalam darah.

Sayangnya, tak banyak orang yang sadar dirinya menderita penyakit ini karena tidak mau melakukan pemeriksaan kadar glukosa di dalam darah kapiler mereka. Inilah yang mengakibatkan terlambatnya diagnosis awal sehingga memicu komplikasi pada jantung, paru-paru, ginjal, bahkan mata. Tak hanya itu, bagian tubuh serta organnya bisa juga menandakan Anda mulai terjangkit diabetes.

“Bisa juga gejala dari organ lain seperti otak berupa stroke, pembuluh darah kena serangan jantung. Perut juga, kalau makanan masuk sedikit langsung muntah. Kaki juga bisa lumpuh,” ujar Prof. Agung.

Prevalensi ini semakin membesar bila masyarakat tak bisa diajak berkompromi soal hidup sehat. Pada 2020, Indonesia berpotensi akan menambah 1,2 juta penduduknya ke dalam daftar tabel penderita diabetes.

Bagi Anda yang merasakan bahwa gejala ini menghampiri tubuh, segeralah menuju puskemas atau dokter ahli. Selain mengatasi diabetes, dipastikan Anda akan mendapatkan perawatan dari komplikasi yang ditimbulkannya. (*)

BERITA REKOMENDASI