Tidak Makan Nasi Sama Sekali Itu Sehat? Begini Penjelasannya

SALAH satu cara untuk bisa menurunkan berat badan adalah pengurangan jumlah kalori. Konsep ini yang kemudian membuat banyak orang akhirnya melupakan nasi yang mungkin sudah mereka konsumsi selama 20 tahun lebih. Sebab, mereka menganggap nasi itu adalah sumber makanan penyumbang jumlah kalori yang sangat tinggi.

Tapi, apakah kemudian benar melupakan nasi seutuhnya? Apakah ini baik secara kesehatan?

Perlu diketahui terlebih dulu bahwa satu per tiga cangkir beras mengandung sekitar 15 gram karbohidrat dan jika beras berwarna coklat, itu juga mengandung sekitar 1 hingga 3 gram serat.

Beras juga padat nutrisi karena mengandung bermacam-macam vitamin B kompleks dan mineral seperti kalium dan fosfor. Karena karakteristik ini, penting bahwa Anda mengganti nasi dengan makanan dengan nilai gizi yang sama.

Nah, mengaca dari data tersebut, bagaimana kemudian unsur gizi yang hilang itu bisa tertutup dari sumber pangan yang lain? Apakah menghilangkan nasi benar-benar baik?

Ahli Gizi IPB Prof. Dr. Ir. Hardinsyah pernah memberikan pengibaratan di mana jika seseorang mengganti nasi dengan buah secara total. Paparannya menjelaskan bahwa hal itu bisa menjadi sumber masalah kesehatan.

Hal ini berkaitan dengan pemenuhan nilai gizi yang mungkin tidak sebanding dengan kandungan nasi. Tidak hanya bicara mengenai karbohidrat, taoi juga mineral dan vitamin yang terkandung dalam nasi yang mungkin tidak bisa dicukupi makanan lain.

"Kalau memang akhirnya mengganti nasi secara penuh dengan sumber makanan lain, risiko masalah kesehatan mungkin akan meningkat," terang Prof. Hardinsyah. (*)

BERITA REKOMENDASI