Tidak Selalu Buruk, Ini Manfaat Bakteri Baik bagi Tubuh

Mikrobioma gastrointestinal alias keseimbangan mikrobioma di dalam usus memiliki peran yang sangat penting untuk mengembangkan sistem imunitas anak sejak dini. Mikrobioma dengan jumlah paling banyak terdapat pada bagian usus manusia.

Head of Departement of Pediatrics, Vrije Universiteit Brussel, Prof . Yvan Vandenplas, MD, PhD menjelaskan, mikrobioma adalah ekosistem mikroba yang ada dalam sebuah organ. Salah satu mikrobiota usus yang terdiri dari bakteri baik (bifidobacteria) sangat penting perannya untuk mendukung sistem imunitas pada tubuh manusia.

“Pentingnya bakteri baik antara lain memproduksi antibodi, mengontrol peradangan, mengencangkan sambungan usus dan mendorong toleransi terhadap makanan. Oleh sebab itu keseimbangan komposisi bakteri baik atau bifidobacteria harus dipelihara agar dapat terus memberikan manfaat dengan pemberian prebiotik,” terang Prof. Yvan dalam Webinar ‘Nutrisi untuk Imunitas, Kunci Tumbuh Kembang Optimal’ Senin (20/7/2020).

Penelitian menunjukkan nutrisi mengambil peran besar dalam menentukan keseimbangan mikrobioma yang ada di dalam usus.

Prof Yvan menjelaskan, prebiotik yang merupakan karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna dan difermentasikan oleh bakteri dalam usus mampu merangsang perkembangan bakteri baik bifidobacteria.

“Kombinasi prebiotik FOS dan GOS dengan rasio 1:9 dapat meningkatkan jumlah bifidobacteria, menstimulasi pertumbuhan spesies bifidobacteria dan lactobacillus tertentu, mengurangi bakteri patogen, dan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. FOS dan GOS juga mampu membantu mendukung daya tahan tubuh dan mengurangi risiko infeksi,” ujarnya.

Menurut Prof. Yvan, pada GIANT study yang dilakukan pada 767 anak sehat berusia di atas satu tahun pada 5 negara yang mengonsumsi susu pertumbuhan dengan prebotik lcFOS/scGOS dan n-3 LC PUFA ditambahkan ke dalam susu. Hasilnya adalah infeksi risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi susu sapi.

BERITA REKOMENDASI