Tips Mencegah Cedera Olahraga Sepak Bola

Editor: Agus Sigit

Sepak bola merupakan olahraga yang digandrungi oleh masyarakat di seluruh dunia. Dan permainan ini juga sering menimbulkan cidera ringan hingga cidera serius yang di akibatkan oleh terlalu sering dimainkan, tidak menggunakan peelengkapan khusus, dan tidak melakukan pemanasan.

Karena sifat permainan sepak bola, maka penting bagi atlet untuk menjaga kelenturan, keseimbangan, kelincahan, daya tahan, kecepatan dan kekuatan yang sesuai dengan tingkat permainan sepak bola.⁰
Jika di lakukan dengan baikmaka bisa meminimalisir terjadinya cidera, khususnya cidera tungkai bawah. Sebelum membahas lebih jauh tentang cara mencegah cedera olahraga sepak bola, berikut beberapa cedera yang sering dialami oleh pemain sepak bola.
Cedera dari pemain sepakbola

Cedera Ekstremitas Bawah (Tungkai Bawah)
Cedera pergelangan kaki dan cedera kaki sering terjadi pada pemain sepak bola. Kaki terkilir atau patah terjadi kekeseharantika pergelangan kaki atau kaki terpelintir, atau kontak kuat dengan bola atau lawan.

Cedera lutut dapat terjadi akibat jatuh, kontak dengan pemain lain, atau tanpa kontak dengan pemain lain. Diperlukan penanganan lebih lanjut untuk cidera jenis ini.

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) umumnya merupakan cedera non-kontak yang terjadi ketika tungkai bawah terpuntir saat kaki tertanam kuat (pivot).

Orang yang mengalami cedera ini sering merasakan dan mendengar suara letupan serta merasakan nyeri pada lutut. Kemudian akan terjadi pembengkakan dan penurunan rentang gerak, kemudian menjadi sulit untuk berjalan.

Karena hanya bermain sepak bola, atlet sepak bola dan banyak pemain amatir lainnya menderita cedera karena terlalu sering bermain dan memaksakan untuk memenuhi semua jadwal bola yang ada.

Otot-otot yang sering cedera dalam sepak bola, yaitu otot hamstring, quadriceps, dan betis, bisa terjadi karena gerakan yang tiba-tiba, misalnya saat meregangkan kaki untuk menghentikan bola, atau saat mengubah kecepatan lari secara tiba-tiba. Otot yang meregang dan robek dapat menyebabkan nyeri, penurunan gerakan, kekuatan dan daya tahan otot.

Cedera Ekstremitas Atas (Tungkai Atas)

Cedera pergelangan tangan dan tangan sering terjadi pada penjaga gawang, tetapi pemain lain juga dapat mengalami jatuh dengan tangan terentang.

Kerusakan pada ligamen di tangan dapat menyebabkan gejala nyeri, bengkak, dan ketidakstabilan. Dislokasi bahu, keseleo bahu, dan patah tulang (fraktur) klavikula dapat terjadi karena jatuh saat lengan terentang, jatuh dengan bahu ke bawah, atau karena bertabrakan dengan pemain lain.

Cedera Kepala dan Leher

Sakit leher bisa berbahaya, terutama jika rasa sakit itu membatasi gerakan, dirasakan di sepanjang tulang belakang, atau disertai dengan hilangnya sensasi. Jangan pindahkan orang yang terluka, sebaiknya segera hubungi rumah sakit terdekat.

Gegar otak dapat terjadi akibat benturan dengan pemain lain, memukul bola atau tiang gawang. Gejala gegar otak termasuk sakit kepala, pusing, mual, kebingungan, telinga berdenging, kepekaan terhadap cahaya atau suara, lekas marah, dan pusing.

Gejala gegar otak bisa bermacam-macam, jika mencurigai seseorang pernah mengalami gegar otak, segera hubungi tenaga medis.
Mencegah cedera olahraga sepakbola
Mencegah cedera olahraga sepak bola dapat dilakukan dengan strategi yang tepat.
Persiapan sebelum bermain sepak bola

Menjaga kebugaran. Agar selalu bugar anda harus berolahraga secara teratur. Anda bisa melakukan latihan fleksibilitas, latihan kekuatan atau aerobic. Jika kita bugar maka bisa meminimalisir terjadinya cidera.
Pemanasan. Jangan lupakan pemanasan saat ingin bermain bola. Otot dingin rentan terhadap cedera. Anda bisa melakukan pemanasan dengan jumping jacks, lari, atau berjalan di tempat selama 3-5 menit.

Anda bisa mulai dengan jogging untuk menaikkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot. Kemudian, rilekskan sendi dan otot dengan gerakan dinamis yang terkontrol, seperti lunge, hip swing, body rotation, dan gerakan memutar lengan.
Pemanasan menyeluruh setidaknya selama 10 menit harus dilakukan, termasuk peregangan untuk mencegah cedera olahraga sepak bola.
Regangkan semua kelompok otot utama dan area kaku lainnya selama 30-60 detik.

Kemudian lanjutkan dengan umpan pendek.
Pendinginan dan peregangan. Peregangan di akhir setiap permainan sering dilupakan, tetapi peregangan dapat membantu mengurangi nyeri otot dan menjaga otot tetap panjang dan fleksibel.

Hidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda tidak dapat secara efektif menurunkan suhu Anda melalui keringat dan penguapan. 700 mL cairan (non-kafein) dianjurkan untuk diminum dua jam sebelum berolahraga. Selain itu, sekitar 230 mL tepat sebelum berolahraga dan setiap istirahat dapat membantu menghindari dehidrasi.
Peralatan yang tepat

Gunakan pelindung betis untuk melindungi kaki bagian bawah. Gunakan sepatu khusus (dengan paku tercetak pada sol atau sol bergaris). Sepatu dengan paku yang disekrupkan dikaitkan dengan risiko cedera yang lebih tinggi. Namun, sepatu ini sebaiknya digunakan saat dibutuhkan traksi lebih, misalnya di lapangan basah dengan rumput tinggi.

Gunakan bola sintetis non-penyerap saat bermain di lapangan basah. Bola kulit menyerap air dan sangat berat sehingga dapat menempatkan pemain pada risiko cedera yang lebih tinggi.

Untuk menghindari cedera akibat penggunaan yang berlebihan, batasi permainan sepak bola Anda, atau gantilah dengan olahraga lain sehingga Anda tidak hanya bermain sepak bola sepanjang tahun.

BERITA REKOMENDASI