UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain, Kenapa?

BADAN Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan standar nasional Indonesia (SNI) kepada masker kain yang ada di pasaran maupun buatan rumahan atau UMKM di tengah pandemi COVID-19. Meski demikian Kepala Humas BSN Denny Wahyudi menegaskan, SNI Masker dari Kain masih bersifat sukarela, belum diberlakukan secara wajib SNI.

“Itu artinya produsen masker belum berkewajiban memproduksi masker sesuai SNI tersebut. Meskipun begitu, informasi tentang SNI Masker dari Kain penting diketahui karena dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang produk yang aman dan berkualitas,” kata Denny, Minggu (27/9/2020).

Kendati begitu, kata Denny regulator terkait bisa memberlakukan SNI secara wajib yang ditetapkan BSN menyangkut masalah keamanan, keselamatan, kesehatan, atau faktor lingkungan hidup.

Untuk kegiatan sertifikasi SNI oleh UKM, pada dasarnya menjadi tanggungan UKM yang bersangkutan. Ujar Denny, hal ini juga berlaku untuk umum, tidak hanya dalam konteks Masker Dari Kain. Tetapi, pemerintah baik pusat maupun daerah menurutnya memiliki program pembinaan kepada UKM termasuk pembinaan sertifikasi SNI.

BSN sendiri memiliki program pembinaan UKM yang biasanya tiap awal tahun diumumkan di web BSN. Dari tahun 2015 – 2020, Total UKM yang dibina BSN sejumlah 780 UKM, 70 UKM diantaranya berhasil meraih SPPT SNI.

“Sekali lagi, SNI Masker untuk Kain, saat ini masih bersifat SUKARELA. Belum diberlakukan secara wajib SNI nya oleh regulator,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI