Unesa Kembangkan Nanoglod Imun Penderita Covid-19

Menurut Prof. Titik sifat nanogold memiliki aktivitas antioksidan dalam meredam radikal bebas sepuluh kali lipat dibanding vitamin E, sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuhKombinasi nanogold dan nanosilver yang merupakan antimikroba dan antivirus dalam air kemasan pada penelitian ini mampu menghentikan replika virus corona termasuk Covid-19,” katanya.

Didampingi Rektor Unesa, ProfDr Nurhasan, M.Kes, Titik menjelaskan, ia dan tim akan terus mengembangkan penelitian nanogold dalam beberapa aplikasi di masyarakat, mulai untuk kecantikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. Momentum pandemi Covid-19 menjadi pemicunya untuk dikembangkan sebagai upaya dalam meningkatkan imun tubuh.

“Kami sudah melakukan uji coba melalui pemberian air kesehatan yang mengandung nanogold-nanosilver secara gratis di Surabaya, Sidoarjo, dan Probolinggo serta beberapa penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri maupun di rawat di rumah sakit. Hasilnya cukup signifikan dalam membantu meningkatkan imun tubuh,” katanya.

Gandeng dua industri

Dalam penelitian pengembangan nanogold ini, Titik menggandeng dua industri untuk bidang kesehatan, masing-masing PT Inovasi Mitra Sukses (PT IMS) yang beralamat di Cibinong, Bogor dan PT Kanza Ekselensia Utama yang beralamat di Tanjung Priok Jakarta Utara.

PT IMS membuat produk herbal dari haubatussauda atau jinten hitam dan propolis yang juga diberikan sentuhan inovasi nanogold-nanosilver sebagai drug delivery yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan imun para relawan penderita lepra di Surabaya. Untuk kegiatan berikutnya industri ini juga akan menjadi mitra pada produk kapsul kelor yang saat ini masih dalam tahap Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PT UPT).

“Kapsul kelor dengan inovasi nanogold-nanosilver pada uji coba skala terbatas telah menyembuhkan tidak kurang dari 50 pasien Covid-19 di Surabaya dan sekitarnya. Hal ini juga menjadi harapan baru penanganan Covid-19 selain air kesehatan yang sudah masuk ke penelitian pengembangan, bersama produk handsanitizer dan handsoap,” kata Titik.

Pada tahap awal, Prof Titik akan menggandeng dua industri itu untuk uji coba produk. Setelah berhasil, kerjasama ini akan ditingkatkan dalam bentuk produk komersial. ”Saya ingin penelitian ini dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan di masyarakat,” katanya.

Dijelasan, saat ini PT IMS di Cibinong mengembangkan produk herbal untuk kesehatan dengan memadukan haubatussauda dan propolis dengan nanogold-nanosilver. Berikutnya uji coba penggunaan nanogold-nanosilver untuk produk kapsul kelor.

Sedang PT Kanza Ekselensia Utama di JakartaUtara, mengembangkan produk herbal untuk Kesehatan kewanitaan yang dikembangkan dari formula warisan leluhur pemilik usaha dari Aceh. Kerjasama penelitian ini dimaksudkan untuk meyakinkan BPOM terkait dengan penggunaan material tertentu yang dilarang oleh BPOM, tetapi diperbolehkan oleh FDA dengan batas konsentrasi maksimum 20%.

“Peneliti ini diharapkan mampu membuktikan khasiat seperti yang selama ini di klaim oleh perusahaan dan tertera dalam kemasan. Pembuktian secara ilmiah khasiat obat dari obat herbal sangat penting untuk memberikan edukasi yang benar pada pengguna atau konsumen,” katanya.

Prof Titik bersama beberapa tim peneliti dari Unesa telah melakukan kunjungan ke kedua industri mitra terkait dengan kerjasama pengembangan dan uji coba produk.

Dalam kesempatan itu Dirjen Dikti Prof Nizam menyampaikan apresiasi atas hasil penelitian Prof Titik terkait penggunaan nanogold untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Saat ini kita mengarahkan penelitian untuk membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa nanogold hasil penelitian Prof Titik adalah sebatas untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh baik bagi orang yang sudah terkena Covid-19 maupun yang menjaga agar terhindar dari Covid-19. “Jadi sifatnya ini bukan mengobati, tetapi membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dimana persoalan imunitas atau daya tahan tubuh menjadi kunci penting untuk terhindar dari Covid-19 atau segera sembuh dari Covid-19,” tandasnya.(ati)

BERITA REKOMENDASI