Vaksin Merah Putih Diharapkan Bisa Dipakai Pertengahan 2021

Kendati begitu, fokus pemerintah saat ini adalah pengembangan vaksin jangka pendek. Selama ini, kata Menlu Retno, Indonesia sudah bekerjasama dengan beberapa pihak, seperti misalnya Sinovac.

Di mana kerjasama dilakukan cukup bervairasi. Dengan melakukan uji klinis ketiga yang diharapkan pada Januari nanti interim reportnya akan keluar.

Di samping itu, kita juga kerjasama dengan Sinovac untuk manufakturing vaksin dengan Bio Farma. Kita beruntung memiliki Biofarma yang sudah sangat dikenal oleh dunia. Manufakturing vaksin Sinovac nanti akan dilakukan dengan Bio Farma,” jelasnya.

Dia menambahkan, Bio Farma nantinnya juga tidak hanya memanufaktur vaksin dari Sinovac. Akan tetapi juga dari CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness iInovations). Itu dalah PP atau private partnership untuk penyediaan vaksin untuk kebutuhan global.

“Insya Allah Bio Farma akan jadi partner utk CEPI untuk pengadaan vaksin dunia,” katanya.

Dalam jangka pendek, Indonesia tidak hanya menggandeng Sinovac. Namun juga merangkul kerjasama dengan Astra Zeneca, dan kerjasama multilateral, Gavi, Covad facillity, dan juga CEPI. Di mana semua itu bertujuan untuk mengamankan kebutuhan jangka pendek vaksin untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

“Sejak awal masuk pandemi, Indonesia adalah termasuk negara yang menjadi atau memberikan dukungan penuh terhadap akses vaksin yang setara dengan harga terjangkau,” tandas dia.(*)

BERITA REKOMENDASI