Vape Lebih Aman Dibandingkan Rokok Biasa?

YOGYA,KRJOGJA.com -Jika anda belum pernah merokok sama sekali sebaiknya memang jngan pernah mencoba untuk merokok. Baik rokok tembakau maupun rokok elektrik (Vape) keduanya sama-sama memberikan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan.

Orang-orang beralih kebiasaan merokok tembakau dengan berpaling ke Vape atau rokok elektrik. Pasalnya banyak yang percaya bahwa vape lebih aman dari rokok tembakau. Benarkah?

Dokter umum RSUD Surakarta, 
Dr Hafizh Widi Cahyono menjelaskan, rokok elektrik memiliki kadar nikotin yang tinggi, sehingga membuat penggunaan rentan mengalami kecanduan begitupun gangguan kesehatan. Rokok Vape dan tembakau sama-sama berbahaya.

"Sama halnya dengan rokok tembakau, rokok elektrik juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya pada jantung, pembuluh darah, juga berpotensi menimbulkan kanker," kata Hafizt saat dihubungi Krjogja.com. Minggu (08/09/19).

Selain itu asap dari rokok elektrik, Kata Hafizt,  yang masuk ke saluran pengguna, perlu diperhatikan. Karena dapat merusak saluran nafas terkecil yang dikenal dengan bronkiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai 'popcorn lung'. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.

Menurutnya, jangan dianggap sepele, karena satu-satunya cara mengatasi penyakit ini dengan transplantasi paru-paru. Kebayang bagaimana rasanya jika sampai paru-paru kita harus ditransplantasi. Hal itu disebabkan oleh bahan-bahan kimia di dalam yang masuk ke dalam tubuh tentu akan dianggap sebagai zat asing atau oxcidat yang tentu akan memberi efek buruk bagi organ dalam tubuh.

Juga ada beberapa laporan di mana rokok elektrik dapat meledak dan membahayakan penggunanya. Jadi sangat dianjurkan untuk Jangan pernah mencoba merokok.

Tak hanya itu, pengguna juga dapat merugikan orang lain karena ikut menyedot asap rokok tersebut.

Cobalah menerapkan gaya hidup sehat agar kualitas hidup menjadi meningkat dan sehat selalu. 

"Secara medis memang rokok dampak negatif yang sangat banyak ya, terutama dijangka panjang seperti kanker hingga impotensi.
Selain efek kesehatan tentu berdampak pada efek sosial juga," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI