Wabah Chikungunya Bisa Bikin Lumpuh, WHO Sarankan Pencegahan Sederhana Ini

PULUHAN warga di Kampung Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terjangkit virus chikungunya. Pasien mengeluhkan nyeri di tulang hingga beberapa dari mereka tak bisa berjalan.

Menurut data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, sampai berita ini dimuat di Okezone, tercatat ada sebanyak 64 warga yang terjangkit virus chikungunya di wilayah tersebut.

Perlu Anda ketahui, penyakit ini bisa muncul akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus pembawa virus chikungunya. Gejala yang biasa timbul akibat penyebaran virus di tubuh ialah serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak.

Meski saat ini sedang mewabah di daerah Kabupaten Bogor, Kementerian Kesehatan tidak pernah mencatat adanya laporan kematian akibat chikungunya. Namun, itu bukan berarti Anda bisa lengah dari masalah ini.

Pencegahan perlu dilakukan agar terhindar dari sebaran virus yang bisa datang dari mana saja. Terlebih, medium penularannya ialah nyamuk dan ini sulit untuk dikendalikan jika tidak ada proteksi diri yang baik.

Nah, bicara mengenai pencegahan virus chikungunya, World Health Organization (WHO) menyarankan beberapa tindakan yang bisa dilakukan. Bagaimana pencegahan paling sederhana tersebut?

Seperti dikutip Okezone dari laman resmi WHO, dikatakan di sana kalau kedekatan lokasi perkembangbiakan vektor nyamuk dengan tempat tinggal manusia merupakan faktor risiko yang signifikan untuk chikungunya dan juga untuk penyakit lain yang ditularkan oleh spesies ini.

Pencegahan dan pengendalian sangat bergantung pada pengurangan jumlah habitat wadah berisi air alami dan buatan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Ini membutuhkan mobilisasi masyarakat yang terkena dampak.

Selama mewabah, insektisida dapat disemprotkan untuk membunuh nyamuk terbang, diaplikasikan pada permukaan di dalam dan sekitar wadah di mana nyamuk mendarat, dan digunakan juga untuk mengolah air dalam wadah untuk membunuh larva yang belum dewasa.

Untuk perlindungan selama wabah chikungunya, pakaian yang meminimalkan paparan kulit pada vektor yang menggigit sangat disarankan. Krim anti nyamuk juga bisa diterapkan pada kulit yang terpapar atau pakaian sesuai dengan instruksi label produk.

Krim anti nyamuk harus mengandung DEET (N, N-diethyl-3-methylbenzamide), IR3535 (3- [N-acetyl-N-butyl] -aminopropionic acid ethyl ester) atau icaridin (1-piperidinecarboxylic acid, 2- (2-hydroxyethyl) -1-methylpropylester).

Bagi Anda yang tidur di siang hari, terutama anak-anak kecil, atau orang sakit atau orang tua, kelambu yang diberi insektisida memberikan perlindungan yang baik. Kumparan nyamuk atau alat penguap insektisida lainnya juga dapat mengurangi gigitan dalam ruangan.

Tindakan pencegahan dasar harus diambil oleh orang-orang yang bepergian ke daerah berisiko dan ini termasuk penggunaan krim anti-nyamuk, memakai lengan panjang dan celana panjang, dan memastikan celah kamar dilengkapi dengan pelindung atau penutup ruangan untuk mencegah masuknya nyamuk. (*)

 

BERITA REKOMENDASI