Waspada! Nyamuk DBD Sering Gigit Anak Pada Jam Ini!

Demam berdarah (DBD) kini sedang mewabah di Indonesia. Wabah DBD ini berbarengan dengan pandemi virus corona Covid-19 yang menyerang seluruh dunia. Tentunya pengetahuan mengenai DBD sangat diperlukan masyarakat untuk menghindari penyebaran penyakit ini.

Ahli infeksi dan pedriati tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) mengatakan bahwa DBD bisa menyerang semua kelompok umur. Namun sebagian besar kasus DBD yang terjadi di Indonesia mengarah kepada remaja.

“Remaja banyak sekali yang datang dengan fase kritis. Jadi banyak remaja yang merasa kalau minum kan jadi muntah, jadi pilih gak minum jadi dehidrasi, lemes, tidur seharian. Apalagi di kos sendirian, enggak ada yang mengingatkan, itu biasanya yang kita takutkan,” terang dr. Mulya, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Senin (22/6/2020).

Pada kesempatan yang sama, dr. Mulya juga menjelaskan tentang nyamuk yang membawa penyakit DBD. Ia mengatakan bahwa jenis nyamuk Aedes Aegypti memiliki ciri khas yakni kakinya memiliki warna hitam dan putih seperti seekor zebra.

“Dia senang gigitnya pada pagi hari antara jam 10 sampai 12 di masa anak masih sekolah. Rata-rata kenanya di situ. Selain itu sebelum-sebelum magrib antara jam 4-5 sore,” lanjutnya.

Lebih lanjut, apabila seseorang terinfeksi demam berdarah maka hal pertama yang harus di lakukan adalah mengukur suhu tubuh pasien. Indikator demam yang dialami pasien, bisa menjadi penentu kapan seseorang harus dilarikan menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kalau demam terus-menerus tinggi, biasanya kasus infeksi virus tinggi sekali panasnya bisa sampai 39 kadang 40. Jika demam 2-3 hari nggak membaik segera ke rumah sakit. Tapi kalau pada DBD memang gejala batuk bisa saja terjadi namun persentasenya kecil hanya 10-15 persen dan tidak sesak seperti Covid-19 yang lebih pada saluran pernapasan. DBD lebih kepada demam dan pendarahan kulit,” tuntasnya

BERITA REKOMENDASI