Waspada, Rokok bisa Picu Mata Bayi Katarak

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bagi Anda perokok aktif hendaknya saat ini mulai waspada karena aktivitas menghisap tembakau itu bisa memicu kebutaan dan katarak pada bayi kesayangan.

Katarak umumnya disebabkan oleh radikal bebas. salah satunya diperoleh dari paparan asap rokok setiap hari.
Inilah yang membuat Anda harus menjauh dari lingkungan para perokok, karena begitu jahatnya asap rokok bagi kesehatan mata.

Karenanya, asap rokok menimbulkan radikal bebas yang menyebabkan Anda mendapat risikonya. Demikian Spesialis Mata dr Rien Widyasari, Spm
Media Gathering Klinik Mata Nusantara (KMN) di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Untuk itu hindari dari asap rokok,selain itu hidup di negara tropis seperti Indonesia bisa juga terkena katarak.
Tinggal di negara tropis seperti  Indonesia, membuat kita  sering terpapar sinar matahari. 
Ada hal yang harus diwaspadai dengan dampaknya, salah satunya yakni memicu katarak.

Saat ini, katarak menjadi penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Secara definisi, katarak adalah proses terjadinya kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan.

Setiap tahun dilaporkan adanya peningkatan jumlah kasus katarak yang tidak sesuai dengan jumlah operasi katarak yang dilakukan. Akibatnya terjadi penumpukan dalam program eliminasi katarak nasional di Indonesia.

Spesialis Mata dr Rien Widyasari, SpM, menjelaskan, pemicu terjadinya katarak sangat beragam. Dari kehidupan sehari-hari misalnya, katarak bisa muncul sebagai akibat dari paparan sinar matahari pada mata.

"Berdasarkan penelitian orang yang sering terpapar sinar matahari secara berlebihan akan mudah terkena risiko katarak. Orang yang hidup di pinggir pantai angka kejadian katarak lebih tinggi daripada yang tidak," ucap Dokter Rien 

Untuk mencegahnya Anda harus memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan. Semua ini ada di dalam sayuran dan buah-buahan.

Sayuran hijau menjadi menu utama makan Anda yang tak boleh dilewatkan. Karenanya, makanan sehat itu mengandung tinggi antioksidan yang membuat sistem kekebalan tubuh Anda kuat, juga menangkal radikal bebas berbahaya,tegasnya.

Selain itu katarak pada umumnya terjadi karena proses degenerasi mata. Tapi bukan berarti pada anak tidak mungkin terjadi penyakit katarak, khususnya pada bayi baru lahir. Penyebab katarak pada anak sangat beragam. Umumnya bahkan muncul sejak masa kehamilan seorang ibu.

"Penyebab terbanyak katarak pada anak biasanya karena rubella, ada juga toksoplasma, serta dari beberapa genetik dan sindrom yang lainnya," ucap Dokter Rien.

Pada saat lahir anaknya sudah katarak, ada ciri-ciri yang harus dikenali. Misalnya mata anak terlihat berkilat seperti mata kucing, lensa mata tidak terlihat dengan kasat mata, serta ciri-ciri lainnya.

Cara Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Bayi dan Anak Katarak pada bayi disebut juga katarak kongenital. Katarak umum dialami oleh pada lanjut usia (lansia). Nyatanya katarak pada bayi dan anak juga dapat terjadi.  Katarak jenis ini juga dapat menyebabkan kebutaan, sehingga penting untuk mengatasi katarak pada bayi sedini mungkin.

Katarak pada bayi dan anak dapat dideteksi sedini mungkin. Perhatikan bagian tengah mata bayi atau anak. Adanya warna abu-abu atau putih pada bagian pupil dapat menjadi gejala katarak. Kondisi lain yang dapat dikenali adalah kurangnya respon mata terhadap benda bergerak di depannya. Gerakan mata yang tidak wajar atau nistagmus, juga dapat menjadi pertanda bahwa bayi atau anak mengalami katarak.

Penyebab Katarak pada Bayi dan Anak
Faktor penyebab utama katarak pada bayi adalah kelainan kongenital atau cacat bawaan dari lahir. Hal ini terjadi sejak bayi berada dalam kandungan akibat dari lensa mata pada bayi tidak terbentuk secara sempurna.
Ibu yang mengalami infeksi penyakit tertentu seperti rubella dan cacar air saat sedang hamil juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan kondisi mata mengalami katarak. Demikian pula anak yang lahir dengan kondisi sindrom Down, memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak.demikian dr Rien.

Faktor keturunan juga cukup memiliki andil. Jika ayah, ibu atau keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit katarak, terdapat kemungkinan bayi atau anak juga mengalami hal yang serupa.
Selain kelainan bawaan sejak dalam kandungan, katarak pada bayi dan anak juga dapat terjadi akibat komplikasi dari penyakit mata, cedera pada mata, diabetes, terapi radiasi atau konsumsi obat kortikosteroid.

Cara mengatasi katarak pada bayi dan anak apabila tampak gejala katarak pada bayi atau anak, segeralah konsultasi ke dokter mata guna mendapatkan penanganan yang tepat. 
Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh agar kondisi mata bayi atau anak dapat diketahui dengan baik. Selain tes mata, dokter mungkin akan menyarankan tes darah atau Rontgen dan CT scan kepala, pada bayi atau anak Anda.

Jika tes sudah dilakukan dan dari hasil tes menunjukkan bahwa katarak yang diderita terbilang ringan dan tidak memengaruhi penglihatan, kemungkinan tidak segera dilakukan operasi katarak. Namun jika sudah memengaruhi penglihatan, operasi pengangkatan katarak sangat dianjurkan untuk menghindari gangguan penglihatan dalam jangka panjang. Dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi katarak sebelum bayi berusia 3 bulan.(ati)
 

BERITA REKOMENDASI