Waspada, Semua Orang Berpotensi Terkena Tuberkulosis

TUBERKULOSIS (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang sangat mudah menginfeksi siapa saja. Disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis, penyakit ini menyebar melalui udara dari percikan dahak penderita tuberkulosis.

Saat seseorang batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka akan dengan mudan memercikkan kuman tuberkulosis yang disebut bacili ke udara. Nah, bisa jadi, kuman ini terpapar oleh siapa saja yang menghirupnya dan masuk ke dalam tubuh.

Spesialis Paru sekaligus Pakar TB/MDR-TB, Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K) menyebutkan, setiap orang berpotensi tertular kuman tuberkulosis. Apalagi jika sering bepergian ke tempat ramai dan penuh sesak manusia.

“Banyak penderita tuberkulosis yang masih tidak sadar diri. Tidak pakai masker saat ada di tempat ramai, seperti mall, kereta dan bus. Akhirnya kuman dengan mudah menyebar. Selain itu tempat ramai yang tidak memiliki sirkulasi udara merupakan tempat bakteri TB berkembang biak dengan cepat,”tutur dr Erlina, di Jakarta.

Lebih lanjut Erlina mengatakan, rata-rata pasien tuberkulosis merupakan masyarakat usia produktif yang berusia antara 15-55 tahun. Mereka semua mudah tertular TB. Kabar baiknya, tidak semua orang yang tertular kuman bakal sakit.

“Jadi tidak semua orang yang tertular, bakal sakit TB. Kuman TB bisa tidak aktif (dormant) selama bertahun-tahun dan nantinya akan membentuk dinding sel berupa lapisan lilin tebal. Bila suatu saat sistem kekebalan tubuh menurun, saat itulah tuberkulosis bisa menyerang,”ujar Erlina.

Menurut WHO Global tuberkulosis Report 2018 memperkirakan insiden tuberkulosis di Indonesia mencapai 842.000 kasus, dengan 442.172 kasus TB teridentifikasi dan 399.828 yang tidak teridentifikasi atau di diagnosa. Sementara prevalensi TB di Indonesia adalah 492.000 kasus tuberkulosis pada laki-laki dewasa, 349.000 kasus pada perempuan dewasa dan 49.000 kasus pada anak-anak. (*)

 

TBC

BERITA REKOMENDASI