Waspada, Simpan Struk Belanja Bisa Sebarkan Penyakit!

ANDA yang hobi mengumpulkan struk belanja, sepertinya kebiasaan itu harus dihilangkan sekarang juga! Bukan karena itu adalah hal yang tidak penting, tetapi struk belanja Anda ternyata bisa menularkan penyakit yang cukup serius!

Baru-baru ini, Pusat Ekologi Lingkungan di Michigan The Ecology Center melakukan uji klinis terhadap struk belanja ini. Hasil dari penelitian mereka pun mengejutkan. Dikatakan di sana bahwa struk belanja bisa saja menyebarkan masalah kesehatan seperti autisme, gangguan reproduksi, dan obesitas.

Hal itu bisa terjadi karena diduga struk belanja mengandung bahan kimia berbahaya yaitu BPA atau BPS, yang mana itu merupakan bahan kimia yang berkolerasi dengan efek negative pada hormon, metabolisme, dan fungsi tubuh lainnya.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisa 207 struk belanja dari berbagai perusahaan, seperti restoran, supermarket, atau juga minimarket yang mana pasti memberikan Anda struk belanja. Penelitian ini juga sudah dilaporkan ke Safer Chemicals, Healthy Families, yang mana itu merupakan sebuah koalisi nasional organisasi lingkungan dan kesehatan.

Lalu, sebetulnya apa itu BPS atau BPA? Dan kenapa manusia harus peduli akan hal tersebut?

Dikutip dari NYPost, BPA (Bisfenol A) dan BPS (Bisfenol S) adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengembang warna. Banyak bisnis yang tidak mencetak kuitansi dengan tinta, namun mereka menggunakan printer tanda terima yang menggunakan kertas termal. Bahan kimia yang ada di tinta tersebut yang akhirnya berakibat buruk ke tubuh manusia. Apalagi ketika Anda menyentuh langsung tulisan di struk tersebut!

Lebih lanjut, bahan kimia itu tidak hanya digunakan dalam struk belanja, banyak juga konsumen yang menggunakan bahan BPA ini untuk plastic dan lapisan wadah makanan dan minuman. Namun, peneliti telah menghubungkan bahan kimia tersebut dengan berbagai hasil kesehatan yang merugikan karena bahan kimia tersebut dapat menyerupai estrogen saat masuk ke dalam tubuh.

Khusus di Amerika, BPA sudah dilarang penggunaannya untuk botol minum bayi. Sebab, bahan kimia itu dapat lebih mudah diserap tubuh bayi dan dampak kesehatannya pun lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Sementara itu, untuk BPS, sebetulnya bahan kimia ini lebih sering digunakan. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa sebetulnmya BPA dan BPS itu sama-sama berbahaya, sekalipun BPS lebih bisa ditoleransi. BPS dan BPA ternyata sama-sama meningkatkan risiko diabetes, asma, dan kanker.

Scientific American melaporkan, ada satu studi menunjukan bahwa tingkat BPS yang terdeteksi dapat ditemukan dalam urin manusia sampai 81 persen. Itu tandanya, paparan BPS memang benar-benar berisiko kesehatan.

Nah, siapa sih yang paling berisiko pada masalah ini?

Ternyata, mereka yang menggunakan handbody dan menyentuh struk belanja yang paling berisiko! Kenapa begitu? Diketahui bahwa zat kimia ini bisa diserap tubuh lebih cepat pada kulit manusia yang ditambahkan krim kulit. Nah, mereka yang tidak mencuci tangan setelah memegang struk belanja semakin berisiko. (*)

BERITA REKOMENDASI