Waspadai Lepstopirosis Saat Banjir Melanda

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Kesehatan Nila F Moelok meminta masyarakat mewaspadai terhadap beberapa penyakit yang kerap muncul di saat banjir. Ada tujuh penyakit yang umumnya dialami korban banjir, di antaranya diare. Karena saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih.  

Selain itu demam berdarah, karena jadi tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

Jangan lupakan juga Leptospirosis. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.  Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

Kemudian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat / mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lainnya.

Selain itu juga perlu diperhatikan perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.

Dalam kesempatan ini, Menkes juga  menghimbau  agar  setiap  Pemerintah Daerah di Indonesia mempunyai rencana pengendalian tuberkulosis yang didukung pembiayaan APBD atau Swasta untuk pelaksanaan program lima tahun mendatang yang dikerjakan bersama-sama baik oleh Dinas Kesehatan, Dinas terkait lainnya secara komprehensif dengan kolaborasi multi-sektor.

Layanan Tuberkulosis tersedia seluruh daerah, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Swasta dan Rumah Sakit Swasta yang sudah bekerjasama dengan pemerintah. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI