Mau Daftar Kartu Prakerja Gagal Terus, Apa Sebabnya?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pendaftaran Kartu Prakerja kini telah memasuki gelombang 10 pada Sabtu, 26 September 2020. Namun, sejumlah masyarakat masih mempertanyakan mengapa mereka selalu gagal lolos dalam sesi pendaftaran.

Direktur Operasi Kartu Prakerja Hengki Sihombing menjelaskan, kegagalan mendaftar jadi peserta Kartu Prakerja disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, jumlah pendaftarnya pada tiap gelombang jauh lebih banyak dibanding kuota yang disediakan.

“Misalkan pada batch 9 kemarin, yang mendaftar di gelombang 9 kemarin ada 5,9 juta. Sementara yang kita terima di batch 9 hanya 800 ribu. Dari situ kita lihat, angka pendaftar dan yang diterima jauh berbeda,” terangnya dalam sesi diskusi di Instagram, beberapa waktu lalu.

Penyebab kedua, Hengki mengutarakan, ada beberapa kriteria dalam proses penentuan calon penerima yang telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2020.

“Di situ dijelaskan penerima kartu prakerja tidak boleh TNI/Polri, ASN, pejabat negara, pejabat desa, dan yang lain. Salah satunya jika pendaftar masuk salah satu tersebut, itu berarti mereka tidak akan bisa lolos sebagai penerima,” terangnya.

Faktor ketiga, ini berkaitan dengan fungsi program Kartu Prakerja yang telah berubah fungsi menjadi semi bansos pada saat pandemi Covid-19. Dengan begitu, Hengki menyebutkan, masyarakat yang telah menerima program bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tidak berhak menerima Kartu Prakerja.

“Kita juga kan ada nih stimulus-stimulus selama pandemi seperti bantuan upah. Nah, jika calon penerima sudah mendapatkan bantuan tadi, itu juga tidak akan bisa lolos jadi penerima kartu prakerja,” ujar dia.

“Jika peserta jadi bagian dari 3 penerima bantuan tadi, itu tidak akan pernah lolos jadi penerima kartu prakerja,” tandasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI